Kemarau : Stok Pangan Jatim Aman, Petani Juga Tetap Bisa Tanam Alternatif Lain

Surabaya – Musim kemarau yang panjang dan suhu panas yang semakin meningkat membuat menusia harus berfikir keras untuk menyiasatinya. Lebih – lebih soal betani dan merawat tanaman. Harus ada tanaman alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan hidup demi keberlangsungan hidup itu sendiri.

Ir. Dydik Rudi Prasetya, MMA saat berbincang dengan para petani

Menurut kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan jatim Ir. Dydik Rudi Prasetya, MMA mengatakan, “Hampir semua tanaman pangan dan hortikultura rentan terhadap musim kemarau karena air merupakan kebutuhan utama untuk pertumbuhan tanaman. Selama ketersediaan air tercukupi terutama pada budidaya tanaman yang menggunakan irigasi teknis maka tanaman akan tumbuh secara normal”, terangnya kepada pesonajawatimur.com Senin, (13/11) melalui pesan singkatnya.

Namun stok beras Jatim tetap aman terkendali. Dikutip dari laman kominfo Jatim, stok beras Jatim surplus dan aman terkendali. Produksi beras Jatim dari September hingga Desember 2023 nanti diproyeksikan mencapai 1.293.452 ton. Juga ada surplus 248.100 ton.

Padi OK, Tanaman Alternatif Juga Yahud
Meski begitu di daerah yang benar-benar terdampak kekeringan atau kemarau tidak menutup kemungkinan para petani juga dapat menyiasatinya dengan bertanam tanaman lain hingga mereka tetap produktif. Menurut Dydik, ada beberapa tanaman pangan yang dapat tetap tumbuh normal meski sedang diterpa kemarau. Yakni sepeti :

  1. Jagung
    Jagung merupakan tanaman yang memiliki adaptasi yang cukup baik terhadap kondisi kering, saat ditanam di musim kemarau jagung dapat tumbuh dengan baik. Pada budidaya jagung pakan, kelebihan air akan menyebabkan jagung rentan terkena serangan penyakit jamur.
  2. Kacang hijau
    Komoditas ini mempunyai umur panen yang singkat dan cocok dibudidayakan saat musim kemarau. Rata-rata kacang hijau bisa dipanen kering saat usia tanaman sekitar 60-65 hari. Bahkan untuk varietas kacang hijau berumur genjah dapat dipanen saat usia 58 hari setelah tanam.
  3. Ubi jalar
    Ubi jalar menjadi alternatif terbaik untuk ditanam saat kemarau tiba. Komoditas ini membutuhkan penyinaran sekitar 11-12 jam sehari untuk menghasilkan umbi besar dan berkadar gula serta pati yang tinggi.
  4. Kacang panjang
    Petani bisa merotasi sawahnya dari tanaman padi menjadi tanaman kacang panjang saat musim kemarau tiba. Kacang panjang lebih baik pertumbuhannya saat curah hujan rendah dan membutuhkan banyak sinar matahari untuk menghasilkan bunga dan buah.
  5. Kacang tanah
    Komoditas kacang tanah biasanya ditanam saat musim kemarau karena dapat beradaptasi dalam kondisi kekeringan. Selain itu, budidaya kacang tanah juga akan memberikan kesuburan tambahan terhadap tanah karena dapat meningkatkan nitrogen tersedia di tanah.
  6. Terong
    Saat cuaca panas dan kering, tanaman terong akan menghasilkan bunga dan buah yang lebih banyak. Saat musim kemarau, siang hari akan semakin panas dan malam hari semakin dingin. Perbedaan suhu siang dan malam hari akan merangsang tanaman terong berbunga.
  7. Labu atau waluh
    Umumnya petani hanya menjadikan labu kuning atau waluh sebagai tanaman pinggir. Budidaya waluh secara komersial saat kondisi kemarau menjadi peluang besar petani untuk meningkatkan produksi lahan pertanian dan pendapatan.

Sementara itu mengenai ketersediaan pupuk, laporan PT. Pupuk Indonesia untuk stok pupuk non subsidi menghadapi musim tanam November – Desember 2023 tersedia lebih dari cukup. Dan untuk stok pupuk bersubsidi posisi bulan 31 Oktober 2023 dari alokasi 1.626.055,0 Ton. Telah tersalur 1.249.639,8 Ton atau 76,85% dan masih tersisa stock pupuk sebanyak 376.415,2 Ton. Menghadapai musim kemarau ini, para petani menurut didik tetap optimis untuk melakukan kegiatan bertani meski ada beberapa strategi yang harus dan biasa mereka terapkan. Seperti beralih tanam ke tanaman lain dan lain sebagainya.

“Petani di musim kemarau ini tetap melakukan kegiatan usahatani dan melakukan upaya-upaya antisipasi dengan memajukan musim tanam utamanya padi untuk menghindari puso. Serta beralih ke beberapa komoditi alternatif yang lebih tahan saat musim kemarau. (her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *