Nikmatnya Nasi Boran Lamongan

Mungkin selama ini masyarakat hanya tahu kalau Lamongan terkenal sebagai iconnya soto ayam, penyetan lele dan tahu campur saja. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya Lamongan masih memiliki banyak penghasil kuliner yang memenuhi selera.

Seperti nasi boran. Nasi boran, adalah sebuah nasi yang dikukus dengan mengunakan peralatan masak atau dandang yang kemudian ditaruh di tempat nasi yang disebut boran (bakul besar yang terbuat dari anyaman bambu).

 

Untuk mencari penjual boranan, paling mudah di pagi hari. Selain masih banyak penjualnya, lauk-pauknya pun lengkap. Para penjual menjajakan nasi boranan dengan lesehan yang beralaskan tikar. Penjual nasi ini berjejer memanfaatkan lahan kosong tempat parkir kendaraan. Di kota ini (Lamongan) banyak ditemukan penjual nasi Boran. Seperti di alun-alun kota. Para penjual biasa menjajakan dagangan mereka dengan berlesehan dipinggir-pinggir jalan.

 

Bu Ginah, adalah salah seorang penjual nasi boran asal Sidorukun Lamongan. Ia menuturkan, setiap harinya ada sekitar 20-an orang penjual nasi yang sama seperti dia. “Jualannya mulai jam tiga subuh,” katanya. Pembeli dini hari, adalah para sopir, tukang becak dan masyarakat luar kota yang lewat Lamongan.

 

Menu nasi boran, dihidangkan di atas daun pisang menunya terdiri dari urapan sayur, seperti daun singkong, kangkung, taoge, kecipir, diurap dengan parutan kelapa. Ada juga gimbal lembuk, yaitu adonan tepung berbumbu yang digoreng, dan rempeyek kacang.

 

Untuk tambahan lauk, tersedia telur asin, bandeng goreng, dadar telur, pilihan lain ada, ceker ayam, kepala ayam, ati dan ampela ayam, bandeng serta gorengan tempe dan tahu. Keistimewaan boran, kata Bu Ginah terletak pada sambal ethok. Bumbu berwarna merah mempunyai rasa pedas luar biasa. “Ikan, ayam, telur paling enak diisiram dengan sambal ethok ini,” tuturnya.

 

Sayangnya kuliner ini tidak terdapat di kota lain di luar Lamongan. Sehingga bila ingin menikmati sajian ini cuma bisa ditemukan di Lamonmgan. Nasi Boranan merupakan hidangan khas Lamongan yang terdiri dari nasi, bumbu, lauk dan rempeyek. Bumbu dari nasi boranan ini  terdiri dari rempah-rempah yang sudah dihaluskan, dan lauk pauk yang ditawarkan oleh penjualnya sendiri bermacam-macam.

 

Yang khas dari Nasi Boranan ini adalah lauknya yang bernama empuk, pletuk, juga ikan sili. Karena sebenarnya lauk yang asli dari dulu adalah ikan sili. Harganya relative murah satu porsi plus minum air mineral kemasan gelas pengunjung hanya membayar 10 ribu rupiah saja. Lastri (50), mengatakan penjual nasi boran ini berasal dari satu desa di Lamongan yang masih memiliki hubungan keluarga.

 

Karena resep ini hanya dimiliki oleh warga desa ini. Meski bukan warga asli desa tersebut, namun Lastri memperoleh resep tersebut setelah diajari oleh mertuanya yang asli desa tersebut. Meski  suaminya hanya buruh biasa dan ia menjual nasi boran, namun ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Uniknya, penjual nasi boran ini akan bisa dijumpai terus selama 24 jam. Namun ibarat kerja di pabrik mereka punya shift jam pergantian dengan penjual yang lain. Jadi bukan satu orang yang berada di tempat itu selama 24 jam. (dan)

 

2 thoughts on “Nikmatnya Nasi Boran Lamongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *