Wisata Edukasi Kampung Cokelat Kab. Blitar

bambang
Bambang Setiaji, SE., MSc., tengah memetik buah kakao yang siap untuk di olah

  * Saat Weekend Mencapai 7000 Pengunjung

COKELAT, merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh subur di daerah beriklim tropis, seperti Indonesia misalnya. Kendati demikian cokelat amat di suka oleh semua kalangan tanpa ada perbedaan usia, dari anak – anak hingga orang dewasa sangat menggemarinya.

Digemarinya cokelat dari berbagai kalangan tersebut tidak terlepas dari rasa jenis panganan ini yang dapat dinikmati dalam kondisi apapun. Selain itu juga dapat di olah dengan berbagai varian menu sesuai dengan kesukaan kita. Lebih dari itu cokelat yang berasal dari tumbuhan Kakao ini mengandung zat yang dapat memberikan efek tenang bagi yang mengkonsumsinya.

Kepada Pesona Jawa Timur, Cheff Wisata Edukasi Kampoeng Cokelat Imam Bahrowi menjelaskan bahwa kandungan cokelat terdapat banyak zat yang bermanfaat untuk tubuh. Diantaranya: kalori, karbohidrat, transvet, vitamin A, Vitamin E dan zat trieobromin.

“Zat Trieobromin itulah yang dapat memberikan pengaruh efek tenang bagi siapapun yang mengkonsumsi cokelat, karena itu tidak heran kalo cokelat digemari semua usia,” jelasnya.

Secara terpisah dibenarkan oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Blitar, Ny. Ir. Ulfi Zulfiqar Zuqsas, MM. Menurutnya, selain memberikan efek tenang jenis panganan yang satu ini juga dapat memberikan efek kenyang bagi yang mengkonsumsinya. Hal ini dikarenakan terdapatnya unsur karbohidrat yang kandungannya cukup banyak.

Pesatnya pertumbuhan bisnis cokelat dewasa ini membuka pintu untuk jalur ekspor yang dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM. Fenomena seperti ini hampir terjadi seluruh pelosok negeri ini, dimana banyak tumbuh enterpreneur – enterpreneur rumahan dengan berbagai bentuk dan inovasi. Menghadapi pasar bebas, Ny. Ulfi –panggilan akrab Ulfi Zulfiqar Zuqsas tetap yakin produk UMKM dari Kab. Blitar siap bersaing. Kendati demikian, kualitas produk dan komposisi bahan harus tetap dijaga guna menarik minat konsumen, selain itu juga tentang legalitas harus ditingkatkan.

“Secara kualitas produk dari Kab. Blitar siap bersaing dalam pasar bebas, salah satunya cokelat dari kampung cokelat ini. Namun itu semua juga tergantung dari kapasitas produksinya,” jelasnya sembari menunjukkan tiga produk unggulan lainnya, yaitu: Beras Cerdas, Gerit Jagung dan Tiwul Joss.

Kampung Cokelat, merupakan salah satu wahana edukasi baru di Kab. Blitar. Terletak di Desa Plosorejo, Kec. Kademangan, Kab. Blitar atau 7 kilometer kea rah timur dari jantung kota. Meski belum genap setahun sejak di lounching bulan April 2014 lalu, wahana wisata ini mendapatkan respon luar biasa. Terbukti banyak pengunjung dari luar kota datang, meski hanya sekedar untuk belajar tehnik budidaya tumbuhan kakao dan bisnis cokelat. Terlabih pada saat weekend atau liburan, lahan yang luasnya 1,5 hektar tersebut di sesaki 7000 pengunjung.

Kholid Mustofa, Owner Wisata Edukasi Kampung Cokelat mengatakan setiap pengunjung yang datang di wahana wisata tersebut bakal merasa dimanjakan oleh pihak pengelola. Pasalnya, hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5 000,00 perak setiap orang dapat langsung menikmati seluruh fasilitas yang ada di dalamnya.

“Tiap pengunjung yang datang ke Kampung Cokelat ini tidak hanya sekedar menikmati minuman cokelat saja. Melainkan juga dapat belajar budidaya tumbuhan kakao, praktek mengolah mencetak dan menghias cokelat, serta r bisnis cokelat,” jelasnya.

Yang menarik lagi masing – masing pengunjung akan mendapatkan piagam dari pihak manajemen Kampung Cokelat dan dapat pula membeli bibit tumbuhan Kakao yang harganya relatif sangat murah. “Pengunjung dapat pula membeli bibit Kakao yang dapat di tanam di halaman rumah, hanya Rp.2000,00 per biji,” tambahnya.

Meski demikian dari pantauan Pesona Jawa Timur, tidak sedikit pula pengunjung yang datang hanya sekedar nongkrong saja bersama teman dan kekasihnya. Salah satunya adalah Hendra, pria 20 tahun asli Tulungagung ini datang ke Kampung Cokelat bersama kekasihnya untuk liburan. “Kita mendengar ada tempat wisata baru di Blitar dan kita ingin tahu, ternyata bagus juga fasilitasnya lengkap,” katanya.

Tidak hanya fasilitas edukasi saja yang dapat di nikmati pengunjung di lahan seluas 1,5 hektar tersebut. Bagi yang ingin merasakan relaksasi, pengunjung dapat juga menikmati fasilitas terapi ikan dengan mencelupkan kaki ke dalam kolam yang di sediakan oleh pengelola.

Berkunjung ke tempat wisata, terasa belum lengkap apabnila tidak mencicipi aneka kuliner yang menjadi cirri khas daerah tersebut. Di wahana wisata ini pun pengunjung juga di manjakan aneka kuliner khas menu – menu tradisional, seperti nasi jagung, tiwul, botok tawon, sayur kunci, pecel khas Blitar dan masih banyak lagi lainnya di sajikan dengan prasmanan. “Sehingga pengunjung dapat mengambil sendiri menu – menu yang di sukainya tanpa harus sungkan,” kata Kholid.

Kholid menambahkan, aneka kuliner tersebut merupakan hasil produksi warga sekitar Kampung Cokelat yang menjalin kerjasama dengan pihak manajemen. Dengan demikian, jelas kandungan gizi lebih terjamin. Sementara itu di saat weekend atau hari libur, pengunjung juga dapat menikmati aneka hiburan. Kondisi tersebut menjadikan wahana wisata ini penuh sesak pengunjung, 7000 lembar tiket masuk ludes terjual. Berbeda dengan hari biasa, yang hanya berkisar 1500 – 2000 pengunjung saja yang datang di wahana wisata yang buka dari pukul 08.00 – 16.00 wib ini setiap harinya.

Kasie Promosi Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan & Pariwisata Kab. Blitar, Agus M. Setiawan, SS., mengatakan bahwa Kampung Cokelat merupakan salah satu wahana wisata edukasi yang menarik. Dengan lengkapnya fasilitas yang disedikan oleh pengelola mampu mendatangkan wisatawan dari luar kota untuk berkunjung, meski hanya sekedar nongkrong saja. “Wisata edukasi ini juga dapat dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata Kab. Blitar,” katanya. elain Kampung Cokelat, Kab. Blitar juga memiliki banyak destinasi wisata yang menarik lainnya. Diantaranya: Pantai Rembang dengan keindahan alamnya yang masih alami, situs cagar budaya Candi Penataran, Bendungan Serut, Bumi Perkemahan dan masih banyak lagi.

Kepala Bagian Humas & Protokoler Pemerintah Kabupaten Blitar, Bambang Setiaji, SE., MSc., kepada Pesona Jawa Timur mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya mengembangkan potensi obyek wisata yang ada, dengan berbagai macam bentuk promosi.

Salah satu bentuk pengembangan wisata adalah ‘Purnama Seruling Penataran’yang di gelar di Candi Penataran tiap triwulan malam bulan purnama. “Selain itu juga terdapat Siraman Gong Kyai Pradah di Lodoyo atau Larung Sesaji di Pantai Tambak Rejo, Kecamatan Wonotirto. Semua itu merupakan tradisi turun temurun masyarakat Blitar yang harus tetap lestari hingga anak cucu kelak,” jelasnya.(edw)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *