Vikri Irawan : Pegiat Pariwisata Muda Sidoarjo

Namanya belum membahana. Tapi kepeduliannya terhadap  sektor pariwisata bisa dibilang cukup getol. Laki-laki nomor wahid dari tiga bersaudara ini begitu giat mempromosikan kota kelahirannya Sidoarjo pada kancah nasional di sektor pariwisatanya. Vikri Irawan namanya.

Laki-laki dengan panggilan akrab Vikri ini belakangan giat mempromosikan pariwisata Sidoarjo baik di kancah nasional maupun internasional melalui akun facebook pribadinya. Tak jarang ia mengunggah gambar-gambar ataupun video mengenai budaya dan pariwisata Sidoarjo ke facebook pribadinya untuk dikenal masyarakat. Maklum, menurutnya Sidoarjo sangat kaya potensi wisata tapi belum banyak dikenal bahkan dikunjungi. Itu yang menjadi latar belakang ketertarikannya dan ketekunannya mempromosikan Sidoarjo. Seperti makanan khas kupang misalnya, candi pari, wisata pemancingan Kusuma Tirta, dll yang tak luput dari aksinya mengunggah ke internet agar diketahui khalayak.

Tidak itu saja kepeduliannya pada pariwisata Sidoarjo. Vikri yang juga sebagai  mahasiswa semester 7 di STKIP Sidoarjo jurusan pendidikan matematika ini juga mengikuti ajang pemilihan pemuda SABUDARTA (pemuda sadar budaya dan pariwisata) tingkat nasional yang di helat oleh Muda Sabudarta Indonesia dibawah naungan Asosiasi Duta Wisata Indonesia (adwindo).

Dengan keikut sertaannya dalam ajang ini, otomatis segudang teman-teman kampusnya pun mendukung dengan berbagai cara. Baik melalui poling SMS maupun secara langsung datang sebagai suporter. Alhasil, hasilnya tidak mengecewakan. Vikri yang lahir pada 28 Juni 1992 ini mendapatkan gelar Juara Persahabatan Putra dalam ajang itu. Terbukti, kegetolannya selama ini benar-benar lahir dari hati yang ikhlas tanpa dorongan pihak manapun. Karena ia beranggapan bahwa pariwisata membawa kesejahteraan yang nyata langsung dirasakan oleh masyarakat. Setidaknya itulah yang menjadi pandangannya selama ini. “Dengan sadar budaya dan pariwisata dapat mewujudkan kesejahteraan lokal”, terangnya.

Pria yang juga sebagai pengajar di SDN Kedungpeluk 1 ini pun berharap banyak pihak yang terlibat dan tergerak untuk menciptakan suasana atau iklim pariwisata yang kondusif. Seperti tertatanya infrastruktur, keramahan masyarakat, aman, dan yang tak kalah penting adalah menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terpelihara karena itu yang merupakan ruh pariwisata. Salam wisata. (rud).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *