Kadisbupar Jatim : Pengelola Wisata Buatan Harus Bisa Atasi Kejenuhan Pengunjung

Pembangunan dan pengelolaan pariwisata yang baik akan sangat berdampak bagi kelangsungan tempat wisata itu sendiri.

Dra Susiati MM Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Jatim

Lebih-lebih wisata buatan yang memerlukan banyak perhatian dan keseriusan dibandingkan dengan tempat wisata lainnya. Karena wisata buatan adalah sengaja diciptakan untuk dapat menarik pengunjung.

Wisata buatan atau man made lebih memiliki permasalahan atau tantangan yang lebih unik dan serius dibandingkan dengan wisata lainnya. Tantangan itu adalah terletak pada inovasi yang harus terus dikembangkan agar pengunjung tidak jenuh berada di lokasi atau destinasi tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto SKar MM melalui Kepala Bidang Destinasi Dra. Susiati MM dalam acara peningkatan pengelolaan destinasi wisata buatan yang baru-baru ini diadakan di Pasuruan Jawa Timur.
.
Lebih jauh Sinarto mengatakan, wisata buatan memiliki sifat yang dinamis atau berkembang bila dibandingkan dengan tempat wisata lainnya. Karena keberadaannya melalui ciptaan atau diciptakan manusia. Untuk itu diperlukan kreasi-kreasi dan inovasi yang menarik pula sehingga dapat menarik perhatian pengunjung.

Selain itu yang perlu dijaga adalah wisata buatan dengan sifatnya yang man made harus juga memperhatikan kelangsungan lingkungan alias menjaga lingkungan bagaimana agar tidak terdampak dengan adanya pembangunan itu.

“Disinilah letak keunikan dan tantangan yang ada pada wisata buatan”, sambungnya. Tantangan yang lebih seru lagi adalah memikirkan bagaimana wahana yang disajikan dapat memacu adrenalin bagi pengunjung. “Dengan ini biasanya akan tercipta wisata buatan yang tidak membosankan”, lanjutnya.

Sinarto pun mencontohkan ada beberapa destinasi wisata buatan yang menarik dan recomended untuk dikunjungi. Sebut saja Taman Dayu Water Park, Taman Safari, Fina Golf, Saigon Water Park, Kebun Pak Budi, dll masih banyak lagi. “Ini perlu dipekenalkan”, sebutnya.

Menurut Sinarto saat ini pemerintah sedang mendorong terciptanya banyak tempat-tempat wisata buatan yang memerlukan sinergitas dengan investor agar tercipta daya tarik baru. Sehingga masyarakat lebih banyak pilihan dan menyumbang kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu dalam kegiatan tersebut para peserta juga diharapkan akan mendapatkan semangat dan ilmu pengetahuan baru disamping yang telah mereka miliki. Berbagai materi yang diberikan adalah strategi pemasaran berbasis digital, inovasi pengelolaan daya tarik wisata, dan analisis penguatan daya tarik wisata buatan. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *