Giliran Pokdrwis Kecamatan Tutur Dapat Bimas dari Disbudpar Jatim

Dunia pariwisata sangat menunjang dan membuka banyak lapangan kerja. Itu sebabnya berbagai daerah begitu getol mempopulerkan daerah tujuan wisatanya hingga dapat dikenal bahkan jadi tujuan utama dunia. Seperti Banyuwangi misalnya, begitu getol mempopulerkan segala destinasi wisatanya baik yang sudah terkenal ataupun belum terkenal.

Tak ketinggalan juga Pacitan yang belakangan begitu bersemangat mempopulerkan ODTW (obyek daya tarik wisatanya). Kesemua daerah itu telah mendapat perhatian dari propinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim yang ikut mendukung baik secara moril maupun materiil agar segala obyek daya tarik wisata yang ada di daerah bisa diminati masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Widarto, SS, MM Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Jatim saat memberi sambutan
Widarto, SS, MM Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Jatim saat memberi sambutan

Melalui kegiatan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kelompok Sadar Wisata yang baru-baru ini dilaksanakan di Kecamatan Tutur Pasuruan para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pembangunan pariwisata berbasis masyaarakat daerah, peran Pokdarwis dalam mewujudkan sadar wisata dan sapta pesona di detinasi wisata dan strategi pengembangan desa wisata. Kegiatan tersebut melibatkan 100 orang yang terdiri dari kelompok sadar wisata dan aparat pemerintah daerah, aparat desa dan kecamatan.

Dalam keterangannya Kepala Bidang Destinasi Wisata Widarto SS, MM menjelaskan, kegiatan tersebut pada dasarnya adalah sama seperti pembinaan yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat pelaku wisata perlu didekati dan dibina agar terjaga kualitas dan bahkan meningkatkan pelayanan yang selama ini diberikan. “Ya, kegiatan ini tentu maksudnya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia pelaku pariwisata (Pokdarwis) dimana ujungnya adalah meningkatkan kesejahteraan pelakunya atau masyarakatnya. Maka itu tak henti-hentinya kita selalu sambung tali silaturrahmi dengan cara seperti ini agar terbina dan terpantau”, jelas Widarto.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Dr. H. Jarianto, MSi dalam sambutan tertulisnya mengatakan upaya penguatan dan peningkatan kapasitas, peran dan inisiatif masyarakat sebagai salah satu pemangku kepentingan untuk dapat berberpartisipasi dan berperan aktif sebagai subyek atau pelaku maupun penerima manfaat dalam pengembangan kepariwisataan secara berkelanjutan perlu terus diupayakan agar masyarakat sekitar daerah wisata bisa hidup sejahtera. Dan salah satu indikator keberhasilan sektor pariwisata adalah meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah tersebut dan bertambahnya PDRB dari sektor wisata.

Seperti diketahui, wisatawan nusantara yang berkunjung ke Jawa Timur tahun 2016 sebanyak 54,56 juta orang, mengalami peningkatan sebesar 6,02 % dibanding tahun 2015 yang jumlahnya 51,46 juta orang. Sedangkan besarnya PDRB pariwisata pada tahun 2016 sejumlah 106,27 trilliun rupiah, memberikan kontribusi sebesar 5,73 % dari total PDRB Jawa Timur yang jumlahnya 1.855,04 triliun rupiah. Dan PDRB Pariwisata Jawa Timur memberikan kontribusi 28,50 % terhadap PDB nasional untuk katagori penyediaan akomodasi, makan minum, rekreasi dan hiburan umum yang besarnya 372.81 triliun rupiah.

Sedangkan perolehan PDRB pariwisata tahun 2016 bila dibandingkan dengan perolehan tahun 2015, mengalami pertumbuhan 14,66 %. Dan devisa yang dihasilkan ditahun 2016 sebesar 513,84 Juta US$. Pertumbuhan PDRB dan peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kepariwisataan tumbuh pesat yang berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. (her)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *