Disbudpar Jatim Gelar Sinkronisasi Menuju Sumenep Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata

Sektor pariwisata kini telah mengalami ekspansi dan diversifikasi berkelanjutan serta menjadi salah satu sektor ekonomi yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya didunia sesuai data yang dirilis oleh world tourism organization. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Destinasi baru-baru ini mengadakan kegiatan Sinkronisasi Rencana Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Sumenep.
Kabupaten Sumenep sendiri dan sekitarnya merupakan salah satu kawasan strategis pariwisata provinsi Jawa Timur yang telah ditetapkan oleh pemerintah Jawa Timur melalui perda nomor 6 tahun 2017 tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Provinsi Jawa Timur 2017 – 2032. Ini adalah sebagai tindak lanjut dari peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2011 tentang ripparnas.

Sebagaimana diketahui, kawasan Sumenep dan sekitarnya merupakan potensi wisata yang sangat memiliki daya saing. Baik nasional maupun internasional. Lebih-lebih Jawa Timur sendiri kini sedang giat-gaitnya mengenjot pertumbuhan ekonomi dan pariwisata diharapkan akan dapat menjadi salah satu penyumbang yang signifikan terhadap PDRB Jatim dimana dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan.

Seperti kunjungan wisatawan nusantara ke Jawa Timur misalnya yang pada tahun 2017 mencapai 58,65 juta orang atau meningkat 7,5% dari tahun 2016 sebesar 54,56 juta orang, sedangkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2017 mencapai 625.729 orang atau meningkat 1,16% dari tahun 2016 sebesar 618.536 orang. Kontribusi PDRB dari sektor pariwisata terhadap PDRB Jawa Timur pada tahun 2016 sebesar 144,96 trilyun rupiah atau memberikan kontribusi sebesar 7,25% dari total PDRB Jawa Timur sebesar 2.000,00 trilyun rupiah.

Untuk menjadikan kawasan wisata tersebut yang dapat menarik wisatawan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, pemerintah provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memberikan perhatian bagi kawasan tersebut dalam fasilitasi pembangunan destinasi pariwisata; meningkatkan citra kepariwisataan dan pergerakan wisatawan; tata kelola destinasi pariwisata; pemberdayaan masyarakat disekitar destinasi pariwisata dan pemasaran pariwisata nasional diarahkan untuk meningkatkan kerjasama kepariwisataan dan mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Dr. H. Jarianto, MSi dalam sambutannya mengatakan dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk adanya koordinasi baik kewilayahan maupun lintas sektoral. “Karena hanya dengan dukungan semua pihak cita-cita pengembangan kawasan strategis pariwisata ini akan dapat berjalan dengan baik”, ujarnya.

Jarianto melanjutkan, dengan adanya destinasi wisata yang semakin baik dan berkembang, investasi juga akan tumbuh dan membuka lapangan pekerjaan baru terutama bagi masyarakat sekitar. Karena itu para pihak (dinas / instansi, asosiasi pariwisata baik provinsi maupun kabupaten) diharap segera mendetailkan dan menyamakan pikiran dan tujuan ke arah tersebut.

Sementara itu Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Jatim, Widarto, SS, MM mengatakan tujuan dari acara ini adalah untuk menyamakan konsep dimana akan dijadikan acuan dalam rangka pengembangan kawasan strategis pariwisata di Sumenep dan sekitarnya. Selain itu menurut Widarto adalah untuk memberikan arahan atau rujukan sesuai dengan karakteristik dan fungsinya sebagai kawasan strategis yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dan mendukung pariwisata Sumenep dan sekitarnya secara berkelanjutan.

Adapun yang hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut adalah : Kementerian pariwisata RI; Bappeda Provinsi Jawa Timur; Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur; Dinas PU Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur; Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur; Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur yang dihadiri oleh sekitar 80 peserta dari berbagai kalangan. Seperti orgnisasi perangkat daerah Sumenep, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep dan lain sebagainya. (her)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *