Destinasi Wisata Jember : Mulai Dari Pegunungan Hingga Basah-Basahan

Urusan daya tarik wisata, Jawa Timur tidak ada habisnya. Propinsi ini memiliki 772 obyek daya tarik wisata. Mulai dari wisata alam sebanyak 265 odtw (obyek daya tarik wisata), 308 wisata budaya, dan 199 wisata buatan. Seperti Kabupaten Jember misalnya. Kabupaten ini memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah lengkap dan menarik dengan daerah lainnya. Wilayah Jember terbagi dalam 31 kecamatan dan 248 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 2,8 juta jiwa. Untuk ini

IMG_5453anggota DPRD Jatim asal Jember, Fawaid  mengatakan, Jember tak ubahnya seperti Jogja yang hampir sama dalam jumlah penduduk, namun tidak sama dalam kunjungan wisata. Jogja bisa mencapai 3 kali lipat jumlah kunjungan wisatanya dari jumlah penduduk. Dan diharapkan kunjungan wisata ke Jember sama seperti Jogja. Karena Jember begitu lengkap dengan segala daya tarik yang ada. Mulai dari wisata pegunungan, laut, air terjun, wisata budaya, peninggalan sejarah, taman nasional, pegunungan Argopuro, dll.

 

IMG_5522Sementara itu, Jember juga memiliki potensi yang lebih. Yakni banyaknya santri yang ada di daerah tersebut. Sebanyak 850 pondok pesantren telah ada dan bertengger di Jember. Menurut Fawaid, santri-santri ini memiliki potensi yang cukup besar dalam dunia pariwisata. Seperti kegiatan keagamaan berupa manakiban yang biasa menyedot tidak kurang dari 50 ribu santri baik dari luar pulau bahkan luar negeri. Kini nampaknya kabupaten tersebut telah serius menggarap sektor pariwisatanya. Setidaknya itu terlihat dari semangat kabupaten tersebut yang mencanangkan tahun kunjungan wisata pada 2017 nanti.

IMG_5544Kepala Kantor Pariwisata dan Budaya Jember, Sandi Suwardi Hasan mengatakan, perolehan APBD Jember dari sektor pariwisata tahun lalu mencapai 17 miliar. Hal ini dirasa masih perlu kerja keras untuk mrningkatkan perolehan APBD dari sektor pariwisata. “Kami akan mencanangkan tahun kunjungan wisata pada 2017 mendatang untuk mengairakan pariwisata dan meningkatkan pendapatan dari sektor ini”, terangnya di hotel Bintang Mulia beberapa waktu lalu.

Nampaknya wajar bila Jember berkeinginan untuk membangkitkan sektor pariwisatanya. Hal ini ditopang dengan potensi-potensinya yang ada. Seperti sentra-sentra pariwisata dan pendukungnya. Sebut saja batik Rolla. Batik Rolla memiliki banyak jenis atau motif yang bisa dijadikan pilihan. Hampir 2000 motif telah ada dan siap dijadikan pilihan. Mulai dari motif daun tembakau, kopi, cokelat, buah naga, kombinasi, dll. Dengan harga yang terjangkau. Mulai dari 70 ribu hingga 3 jutaan. Lokasinya juga tergolong mudah dijangkau karena letaknya di tengah kota. Yakni di Jl. Mawar No. 75 Patrang Jember. Batik ini sering dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jember. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

 

Selain batik Rolla, potensi pariwisata Jember juga masih banyak lagi yang dapat disinggahi. Seperti tempat penelitian kopi dan kakao. Ditempat ini pengunjung dapat menyaksikan proses pemecahan buah kakao hingga menjadi barang jadi berupa olahan makanan cokelat. Pusat penelitian ini cukup mumpuni sebagai pusat studi banding, penelitian dan pengembangan produk kopi dan cokelat. Pengunjung juga bisa membeli oleh-oleh berupa makanan cokelat hasil olahan dalam berbagai bentuk dan varian rasa. Jember juga ditopang dengan wisata alamnya dengan sajian wisata pantai yakni seperti Tanjung Papuma yang sudah tidak asing lagi. Tanjung Papuma atau pantai Papuma berada di Desa Lojejer Kec. Wuluhan yang berjarak kurang lebih 45 Km ke arah selatan dari Kota Jember.

 

Pantai Papuma menyuguhkan daya tarik wisata pantai dengan hamparan pasing yang putih dan karang-karang atau bebatuan besar yang berada di tengah pantai. Airnya jernih serta lebih tertata dari segi kebersihan dan pengelolaan pedagangnya. Di pantai ini pengunjung bisa naik ke bebatuan besar yang berada di tengah-tengah pantai bila kondisi sedang memungkinkan. Namun kehati-hatian harus tetap dijaga karena banyak bebatuan licin untuk menuju tempat eksotis itu. Di atas  batu besar ini kita bisa menyaksikan hamparan laut yang tiada batas dan gulungan ombak yang menerjang bebatuan disekelilingnya. Bahkan terkadang terjangan ombak itu bisa sampai ke kita saat kita berada di bebatuan besar itu. “Allahu Akbar”, begitu besar dan hebat hasil karyaMu. Fasilitas di Papuma juga tergolong lengkap seperti tempat ibadah, penginapan, warung-warung makan, toilet dan wahana keluarga lainnya.

 

Potensi Jember sebagai pendukung Pariwisata juga ada di sektor pertanian. Jember dikenal sebagai penghasil tembakau dengan kualitas baik. Untuk memanfaatkan potensi ini pabrik cerutu Boss Image Nusantara (BIN) hadir. Menurut General Manager BIN Imam Wahid Wahyudi mengatakan, cerutu produksi BIN merupakan cerutu yang berkualitas dengan racikan antar tembakau pilihan sehingga mendapatkan taste yang khas. Karena itu tidak heran bila cerutu produksi BIN dapat menembus pasar ekspor diantaranya adalah ke Turki dan penjajakan ke beberapa negara lainnya seperti Polandia, Jepang dan Moldova. Meski dengan kapasitas yang tidak terlalu besar. Sedangkan jumlah produksi BIN per hari hanya 1000 batang saat sepi pesanan dan 6000 batang per hari saat ramai.

 

Sedangkan pasar dalam negeri juga tidak terlalu luas. Hanya beberapa kota saja yang dijangkau seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya. Meski begitu menurut Imam kesinambungan produksi dan keberlangsungan hidup pabrik sangat terjaga karena BIN sudah mendapat tempat di hati maayarakat. Bahkan petinggi-petinggi  negeri ini banyak yang memesan cerutu pada BIN. Seperti Ferry Mursyidan Baldan, pejebat-pejabat di Jember dan pengusaha-pengusaha lainnya. Sedangkan harga yang ditawarkan berfariasi mulai 30 ribuan hingga 700 ribu per pack.

 

Sementara itu, Jember juga memiliki desa wisata. Yakni Desa Wisata Ledok Ombo dengan komunitas Tanoker yang melestarikan permainan egrang sebagai icon bagi komunitas ini. Berawal dari kisah pasangan Suporaharjo dan Farha Cici Eka yang selama 25 tahun tinggal di Jakarta akhirnya memilih untuk pulang kampung dan membentuk komunitas bermain bagi anak-anak buruh migran dengan maksud memberi ruang mulai dari pendidikan hingga permainan yang belum dikenal sama sekali oleh mereka.

“Awalnya memang ingin pulang kampung selepas mengikuti istri ngajar di sebuah universitas swasta di Jakarta. Dan anak saya tanya, bapak dulu waktu kecil mainnya apa?”, kenang Suporaharjo atau yang lebih akrab dipanggil Lek Hang ini menirukan anaknya. “Untuk menghindari banjir saya biasa main egrang. Ya saja jawab waktu kecil bapak suka main egrang”, terangnya. Hingga akhirnya terciptalah mainan ini. “Karena dianggap unik dan asik hingga akhirnya ramai-ramailah bikin egrang dan kini terbentuklah komunitas Tanoker yang berarti Kepompong ini”, kenangnya lagi.

 

Supo berkeinginan mengentaskan kemiskinan yang diderita oleh sebagian masyarakat sekitarnya, karena alasan itu juga yang mendasari terbentuknya desa wisata Tanoker ini. “Disini banyak anak yang ditinggal ibu bapaknya menjadi buruh migran, karena itu kami bermaksud menghibur mereka dengan berbagai kegiatan seperti menari, bermain egrang, belajar bahasa inggris, dll. Namun yang menjadi icon disini adalah egrang”, terang Supo. Kini tidak saja dimainkan oleh komunitas Tanoker. Namun egrang telah masuk dalam ekstra kulikuler di sekolah-sekolah di Jember dan telah mendunia gaungnya hingga mancanegara dengan berbagai festival yang sering diikuti. (lukman)

0 thoughts on “Destinasi Wisata Jember : Mulai Dari Pegunungan Hingga Basah-Basahan

  • 2 Maret 2016 pada 20:37
    Permalink

    Bagi yang mencari Cerutu asli Jember, kami menyediakan Cerutu BIN, MDS ( Mangli ) dan cerutu PTPN X Kopkar Kartanegara , ARjasa, Jelbuk

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *