Butuh Air, Berujung ke Penemuan Goa di Pamekasan

Beberapa pekan terakhir Desa Balaban, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Madura ramai dikunjungi warga. Tak hanya dari warga sekitar saja yang mengunjungi. Akan tetapi mereka juga berasal dari luar Madura. Ya, selidik punya selidik pasalnya di salah satu rumah warga di desa ini telah ditemukan gua saat menggali sumur.

Warda si pemilik rumah mengatakan, gua tersebut ditemukan oleh penggali sumur saat istrinya berniat membuat sumur di depan rumahnya. “Saat ditemukan saya masih di Malaysia, saya memang sudah bertahun-tahun kerja di sana,” terangnya.

DSC_5329Ceritanya, saat penggalian mencapai kedalaman sekitar 7 meter ditemukan sebuah rongga. Setelah rongga itu ditelusuri dan diintip oleh penggali sumur, rupanya rongga tersebut menyerupai goa. Dan alhasil, ternyata benar. Setelah lubang tersebut diperbesar nampaknya telah terdapat goa ditempat itu. Sontak saja para penggali sumur itu langsung menceritakan kejadian ini kepada pemilik rumah.

Dan dalam waktu yang singkat tak pelak penemuan rongga yang berujung ke goa itu menjadi buah bibir di masyarakat setempat. Warda mengaku baik ia maupun Sati (istrinya) tak pernah memiliki firasat yang aneh-aneh di rumah tersebut. Apa yang mereka lakukan semata-mata karena butuh air, khususnya saat musim kemarau.

Awalnya, berita tersebut hanya dilaporkan kepada aparat desa setempat, karena si empunya rumah dan masyarakat khawatir akan membahayakan. Namun tiga hari setelah it, penemuan gua itu menyebar ke beberapa warga melalui foto dan video di ponsel hingga lokasi penemuan gua semakin hari semakin banyak dipadati pengunjung.

Menemukan Durian Runtuh

Tak pandang bulu, baik warga biasa, pejabat, hingga media yang ingin masuk ke gua tersebut dikenakan tarif sebesar Rp 20 ribu/kepala. Sedangkan  untuk parkir roda dua sebesar Rp 3 ribu dan roda empat Rp 5 ribu.

Pengunjung yang masuk ke dalam gua pun dibatasi maksimal 10-15 orang, karena minimnya udara dalam gua. Dimulai dari memasuki sebuah lubang sumur yang berdiameter kurang lebih 1,5 meter. Kemudian menuruni anak tangga melingkar mirip spiral yang terbuat dari plat besi pengunjung bisa menikmati goa tersebut.

Warda mengatakan, setelah penemuan ini pihaknya memasrahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk mengurusnya jika Pemkab membutuhkan untuk kepentingan pariwisata. “Yang penting saya tidak dirugikan,” jelasnya.

Untuk nama gua, Warda bakal menamakan Gua Emas karena saat pertama kali menggali yang ditemukan berupa struktur batu dan tanah berwarna keemasan. Mengetahui hal ini Camat Batumarmar, Syaiful Haq Ramli mengaku  sudah melaporkan penemuan gua tersebut ke bagian sumber daya alam  Dinas Pemuda Olah Raga dan Kebudayaan serta Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah. (dan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *