Upaya Preventif Lebih Perlu Dilakukan Untuk Mencegah Peredaran Rokok Ilegal

Sidoarjo – Upaya pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memberantas rokok ilegal terus dilakukan.

Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal yang merugikan negara karena menggunakan pita cukai palsu ataupun pita cukai bekas dan pita cukai salah peruntukan.

Dalam kaitan ini pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan sosialisasi di banyak desa yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo. Untuk kesempatan kali ini (2/11/2021) giliran Desa Gagangkepuhsari Balongbendo Krian Sidoarjo mendapat giliran berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut Satriyo Herlambang selaku pelaksana penindakan dan penyidikan Bea Cukai Sidoarjo mengatakan, pencegahan preventif lebih perlu dilakukan sebelum masyarakat lebih jauh terjerumus mengonsumsi, mengedarkan, atapun memproduksi rokok ilegal.

Salah seorang peserta sedang bertanya dalam sesi tanya jawab

Dan cara paling mudah mengenali rokok ilegal adalah rokok yang memiliki kemasan polosan alias tidak memiliki pita cukai dan biasanya merknya aneh-aneh atau mirip-mirip rokok yang sudah terkenal.

Lebih jauh Satriyo mengatakan, langkah paling aman untuk terhindar dari pengunaan atau konsumsi rokok ilegal adalah dengan cara ting we atau melinting sendiri.

Cara ini menurutnya adalah paling ampuh apalagi ditengah krisis keuangan akibat pandemi seperti saat ini. “Namun dengan catatan ya, jangan dikemas lalu dijual. Hanya untuk dikonsumsi sendiri aja”, lanjutnya.

Menurutnya, kesempatan pendemi saat ini memungkinkan juga para perokok untuk maju. “Siapa tau dengan melinting sendiri tersebut dan hasilnya enak terus bapak-bapak bisa menjadi pengusaha rokok yang legal”, terangnya.

“Di Sidoarjo sendiri diketahui banyak pabrik rokok, namun seiring berjalannya waktu dan ada yang terkena razia, juga karena persaingan jadi sekarang jumlahnya berkurang”, jelasnya.

“Pabrik rokok di Sidoarjo tergolong banyak, karena sering intensifnya kita patroli dan penindakan kini jumlahnya berkurang. Karena memang persaingan juga berperan menyeleksinya”, ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut ada sesi tanya jawab dimana peserta yang bertanya mendapatkan hadiah.

Dan pertanyaan paling sederhana yang terlontar dari salah seorang peserta adalah “Adakah rokok yang murah tapi enak?”,

Mendapat pertanyaan tersebut narasumber mengarahkan untuk memberikan rasa aman dan sesuai selera, masyarakat disarankan untuk membikin sendiri alias ting we dan tidak dijual seperti yang telah diterangkan sebelumnya.

Acara yang berlangsung gayeng itu juga dihadiri oleh Ari Dwiyono dari Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Sidoarjo. Juga dari Polisi Pamong Praja yang diwakili oleh Muhammad Hisyam selaku seksi pembinaan, pengawasan, dan penyuluhan Pol PP Sidoarjo. (ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *