Tuban, Dari Wisata Pantai Hingga Oleh-Oleh Khasnya

Ada banyak wisata pantai di daerah Tuban, Jawa Timur yang dapat dijadikan pilihan saat berlibur. Salah satunya adalah Pantai Sowan yang berada di Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar yang berada di sisi barat pusat kota Tuban. Pantai ini lokasinya terletak di perbatasan antara Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi Jawa Timu, tepatnya di pinggir jalur Pantura.

Nama Tuban sendiri ada yang menyebutkan berasal dari gabungan kata bahasa Jawa “metune banyu” yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah tempat keluarnya air tawar akibat kesaktian Sunan Bonang. Namun ada pula yang menyebut berasal dari gabungan kata bahasa Jawa “watu tiban”, karena dari arah laut kota Tuban tampak sebagai gundukan batu putih (kapur) yang terapung. Sejarah berdirinya kota Tuban sendiri diambil dari mulai berkuasanya Ronggolawe sebagai Adipati Tuban pada tahun 1293.

tuban (2)Untuk menuju wisata ke pantai ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum dan pribadi dengan jarak 40 KM dari Kabupaten Tuban dan juga Kabupaten Rembang. Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan umum, untuk mencapai lokasi Wanawisata Pantai Sowan sejauh 40 km dari Tuban itu memang cukup jauh, tetapi jarak itu bisa ditempuh dengan mudah. Sebab, kendaraan umum yang menuju lokasi wanawisata itu cukup mudah didapat.

Itu karena lokasi Wanawisata Pantai Sowan berada tak jauh dari jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Semarang – Surabaya, dan banyak angkutan umum yang melewatinya. Baik bus jurusan Surabaya-Semarang maupun kendaraan kecil lainnya. Ongkos kendaraan pun cukup terjangkau. Dari Tuban ongkosnya kurang lebih hanya Rp 15.000 dan berhenti persis di depan jalan masuk di lokasi. Sebab, aksesibilitasnya sangat mudah karena jarak dari pinggir jalur Pantura, tempat turunnya penumpang kendaraan umum dan pintu gerbang lokasi kira-kira hanya 100 meter saja.

Di kanan dan kiri jalan beraspal yang dilewati wisatawan untuk sampai ke pintu gerbang itu dipenuhi rimbunnya pepohonan. Untuk tiket masuk pantai ini pengunjung hanya dikenakan tarif 7500 rupiah. Setelah melalui pintu masuk, pengunjung disuguhkan pepohonan rindang bak hutan dengan hamparan pohon akasia, klampis, dan mahoni. Ini karena wisata ini dulunya merupakan Tempat Penyimpanan Kayu (TPK). Meski sekarang sudah tidak digunakan lagi.

Area wana wisata ini juga sering digunakan sebagai area camping. Selain jalannya yang lebar, juga lumayan bersih dan nyaman. Sehingga terasa sejuk dan nyaman. Kondisi pantai yang lumayan bersih dan ombak yang tidak terlalu besar membuat pengunjung betah berada di bibir pantai yang merupakan hamparan karang.

Pepohonan di sekitar pantai membuat kawasan ini menjadi sejuk untuk bersantai dengan keluarga dengan menikmati semilir angin yang berhembus dari Pantai Sowan. Hamparan pepohonan yang alami di Pantai Sowan mengiringi hembusan angin laut membuat wanawisata ini tetap terasa sejuk kendati hari telah beranjak siang dan matahari dengan terik menyorotkan sinarnya. Maka, tak heran jika banyak muda-mudi yang memilih pantai ini sebagai tempat bersantai-ria, terutama di hari Minggu. Di sepanjang pantai ini juga terdapat bebatuan karang yang berserakan tak beraturan di bibir pantai. Di lokasi ini kerap digunakan untuk komunitas fotografi maupun spot prewedding.

Sebagai lokasi wana wisata, Pantai Sowan sudah dilengkapi dengan toilet, mushola, area bermain, beberapa hewan langka serta penunjuk arah.  Di termpat ini terdapat pula lokasi memancing dan disediakan pula tempat penginapan bagi mereka yang ingin bermalam di wisata.

Di tepi Pantai Sowan, pengunjung akan disambut oleh puluhan pohon klampis yang berderet menambah sejuk lokasi pantai. Setiba di bibir pantai, pengunjung bisa dudukduduk di bangku beton menikmati semilir angin laut, atau menikmati suasana rehat yang santai di rumah istirahat yang disediakan di lokasi setempat, sambil menikmati keindahan laut dan pantai yang alami.

Pengunjung yang senang berkemah juga bisa memanfaatkan kawasan setempat sebagai lokasi berkemah. Lokasi kemah wanawisata ini menjanjikan pemandangan alam yang indah. Apalagi, di sore hari para wisatawan bisa menikmati indahnya semburat cahaya di langit saat sang mentari tenggelam ke peraduannya.

Tak hanya wisata alam yang ada di Pantai Sowan. Juga ada daya tarik sosial budaya masyarakat sekitar.  Sebab, masyarakat selalu melakukan tradisi sedekah laut. Tradisi yang dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur atas rezeki (panen) yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa ini dilaksanakan setiap tahun setelah panen pada hari Rabu Pahing.

Perpaduan antara pantai dan wana wisata sangat memanjakan pengunjung. Ketika sudah puas bermain air dipantai, pengunjung dapat beristirat dibawah pohon-pohon yang rindang di sekitar pantai. Dan, beberapa kedai makanan pun menyajikan beraneka makan yang tentunya juga lumayan murah. Aneka masakan laut yang ada di sana. Dari rajungan sampai kepiting hingga ikan bakar segar, semua disajikan dengan khas gaya masakan Tuban. Pedas dan sedikit asin.

Di bulan-bulan tertentu, banyak warga di sekitar pantai Sowan yang turun ke bibir pantai untuk memanen tumbuhan laut semacam ganggang yang berwarna hijau. Tumbuhan laut itu dipanen untuk digunakan sebagai lalapan atau keperluan lainnya.

Hal yang juga alamiah adalah, para pengunjung bisa menikmati kegiatan puluhan perahu nelayan yang berangkat melaut, serta pulang dari laut dengan membawa hasil laut. Para nelayan pulang melaut di antaranya membawa udang laut, rajungan, juga hasil tangkapan yang lainnya.

Meski tampilan dan pengelolaan Wanawisata Pantai Sowan terbilang masih sederhana bahkan apa adanya, namun jumlah pengunjung obyek Wana Wisata Sowan, semakin meningkat.

 

Berburu Kuliner Tuban

Tuban juga menyimpan seabrek selera rasa kuliner yang bisa diburu bila Anda menginjakkan kaki ke daerah tersebut. Sebut saja becek menthog, belut pedas, kare rajungan, sate bekicot, sate bebek, iwak wader dan garang asem. Kuliner khas ini tidak dapat ditemukan di rumah makan yang nyaman, namun Anda harus bersedia masuk ke kedai sederhana tanpa AC, namun bila rasa yang Anda utamakan, apakah artinya suasana nyaman.

Becek Menthog adalah makanan berbahan dasar menthog (sejenis bebek dengan kaki dan leher lebih pendek) dengan bumbu kari kental pedas. Ada kalanya kedai menyediakan tidak menthog saja, melainkan bisa pula daging ayam, sapi atau kambing. Ditempat penjual becek menthog, sering pula menjual sate bebek / menthog.

Belut Pedas, adalah belut yang digoreng kering dan dibumbui pedas. Untuk minumnya yang sering dipadukan adalah legen dan tuak, minuman dari pohon aren. Beda antara legen dan tuak adalah legen langsung diminum, sedangkan tuak diendapkan beberapa lama sehingga terjadi fermentasi. Baik legen dan tuak rasanya manis, bedanya tuak berakibat memabukkan.

Iwak wader adalah ikan air tawar (hampir seperti ikan teri namun lebih besar)  yang digoreng kering, rasanya sangat gurih, yang disajikan dengan sambel pedas. Kare Rajungan adalah rajungan yang diolah dengan bumbu kari pedas, kuahnya kental kemerahan. terasa sedap bila ditaburi bawang goreng. Sedangkan Garang Asem adalah hampir serupa dengan kare, ikan, cumi atau ayam diberi bumbu kuning kemerah-merahan, tanpa santan, rasanya sangat segar. Yang terakhir adalah Sate Bekicot, yang jual jarang, sehingga agak sulit mencarinya. Rasanya gurih dan kenyal dan membuat hangat setelah menyantapnya.

Bekicot yang disunduk seperti sate, dibakar, dan disajikan dengan bumbu kacang atau kecap dengan ditaburi bawang merah dan bawang putih, he…mmm yummy. Di kota Tuban saat ini terdapat tiga rumah makan yang tergolong berkelas, yaitu Kayu Manis Resto, Lesehan Bajak Laut dan Warung Apung Rahmawati. Sedangkan oleh-oleh khas dari kota Tuak ini adalah ikan asin, terasi, petis, kecap laron, dan juga krupuk udang yang biasa diburu pembeli ini bisa Anda dapatkan di toko “ASIH” jalan RE Martadinata.

Ada juga kemplang Tuban dan kripik gayam camilan lain yang juga jadi buruan para pencari oleh-oleh disini. Juga ada Belimbing Tasikmadu, buah siwalan dan legen, dll. Masih banyak seabrek oleh-oleh khas Tuban yang dapat dijadikan sebagai buah tangan bila Anda sedang bepergian atau wisata ke kota ini. Selamat berwisata! (dan/ian/berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *