Tantular Gelar Wayang Suluh, Pelajar Pun Terkagum

Wayang Suluh adalah sebuah wayang yang berperan sebagai penyemangat. Wayang ini sangat berperan pada masa penjajahan melawan Belanda. Meski setelahnya tiarap kembali. Dan pada saat orde baru, wayang ini berfungsi sebagai media penyuluhan bagi masyarakat saat itu.

Kini pagelaran wayang itu kembali disuguhkan oleh museum Mpu Tantular dalam rangka mengingatkan masyarakat bahwasannya kita memiliki banyak seni dan budaya yang ada dan perlu dilestarikan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Dr. H. Jarianto, MSi mengatakan, wayang ini adalah wayang yang tumbuh atau hidup di masa pergolakan politik. Yakni pada masa penjajahan. “Wayang ini dipergunakan sebagai media penyuluh atau penyebar semangat kepada para pejuan RI dalam melawan penjajah. Kini masyarakat harus tau karena keberadaannya sudah jarang sekali ditampilkan,” terang Jarianto.

Dalam pertunjukaannya, wayang ini mengunakan media gambar-gambar para tokoh-tokoh bangsa sebagai pemain. Seperti Bung Karno, Bung Hatta, dll untuk menyemangati. Sementara itu Kepala UPT Museum Mpu Tantular, Drs. Edi Iriyanto, MM mengatakan, wayang ini adalah sebagai wayang yang memberikan penerangan kepada masyarakat atau para pejuang pada masa perjajahan. Dan setelah itu dimanfaatkan pada masa orde baru untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat. “Namun sayangnya kini pagelaran wayang itu sangat jarang dijumpai dan kami mencoba menampilkannya untuk masyarakat utamanya generasi muda agar mereka tau bahwa perebutan kemerdekaan juga dilakukan lewat budaya,” ungkap Edi.

Tak ayal pagelaran itupun disambut meriah oleh para siswa yang saat itu hadir. Seperti yang dikatakan oleh Moch. Sigit Herdianto dari SMK 1 Antartika Sidoarjo ini. Sigit mengatakan, pihaknya menyukai pergelaran tersebut lantaran ia juga menekuni dunia wayang dengan berguru pada salah satu dalang yang ada di Sidoarjo. “Saya suka dengan wayang memang. Karena saya juga melakukan kegiatan itu dengan berguru di salah seorang dalang yang ada di Sidoarjo meski belum lama,” terangnya. Ia berharap agar generasi muda mau belajar tentang sejarah, dimana pelajaran sejarah sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara. “Dengan mengetahui sejarah berarti kita belajar untuk menapak di masa depan untuk lebih baik,” ungkapnya. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *