Sinarto : Ketika Kita Megabaikan Nilai Kebaikan, Akan Berdampak Pada Suksesnya Dunia Pariwisata

Pariwisata memilik cakupan wilayah yang sangat luas. Tidak hanya sebatas obyek wisata saja, melainkan banyak aspek yang menyertainya. Sepeti angkutan atau transportasi misalnya. Sebagai alat angkut, transportasi memiliki arti penting bagi dunia pariwisata  yang merupakan tool sangat signifikan dalam dunia pariwisata. Untuk itu baru-baru ini  angkutan wisata ini mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur melalui Bidang Industri. Sebanyak 100 orang pelaku angkutan wisata, beberapa dinas pariwisata kabupaten/kota hadir dalam bimtek standrisasi jasa angkutan wisata di Hotel Solaris Malang.

 

Dalam acara tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sunarto, SKar, MM menyampaikan pentingnya pengelolaan angkutan wisata yang dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan atau penumpang. Lebih-lebih ditengah target 1 juta wisatawan mancanegra yang dibebankan oleh pemerintah pusat.

 

Suasana Bimtek Angkutan Wisata di Hotel Solaris Malang

Menurut Sinarto, diakuinya angkutan wisata di Jawa Timur masih perlu banyak pembenahan. Baik dari SDM-nya ataupun moda alat agkutnya. Seperti SDM misalnya, Sinarto masih mengeluhkan adanya driver atau ojek yang tidak komitmen dengan harga. Maka itu melalui acara ini pihaknya berpesan kepada kabupaten/kota untuk membantu memberikan pemahaman terhadap para pelaku angkutan priwisata di daerah.

 

Sinarto mencontohkan seperti angkutan yang ada di luar negeri misalnya. Drivernya sangat ramah dan banyak tau ketika ditanya penumpangnya. Pentingnya lagi, hargnya sesuai dengan kesepakatan. “Lha disini kan tidak, sudah disepakati segini, eh setelah sampai ternyata minta nambah”, imbuhnya yang disambut tawa oleh para hadirin.

 

Sinarto yang juga seorang dalang ini menambahkan, penataan angkutan wisata tersebut adalah nilai-nilai kebaikan. Didalamnya ada sebuah kebaikan-kebaikan yang tidak bisa diabaikan. Dan justru menurutnya apabila kebaikan itu diabaikan akan merusak suksesnya pembangunan pariwisata. “Kita tidak bisa mengabaikan nilai-nilai kebaikan. Pembangunan angkutan wisata adalah sebuah kebaikan yang justru bila kita abaikan akan berdampak pada suksesnya dunia pariwisata”, terang Sinarto.

 

Sementara itu dalam kaitan itu para peserta mendapatkan berbagai materi yang diberikan oleh narasumber. Diantaranya adalah kebijakan standarisasi usaha oleh Kepala Bidang Industri Pariwisata Disbudpar Jatim, keamanan dan kelayakan kendaraan oleh Dinas Perhubungan Jatim, Peraturan dan Kedisiplinan Berlalu Lintas Ditlantas Polda Jatim, Pentingnya transportasi dalam pembangunan pariwisata oleh masyarakat transportasi Indonesia (MTI) Jatim.

 

 

Juga tidak ketinggalan pentingnya asuransi kecelakaan. Karena itu hadir pula dalam kesempatan tersebut dari jasa raharja dengan materi Pentingnya asuransi kecelakaan lalu lintas. Juga materi mengenai pentingnya pelayanan prima terhadap pelanggan yang disampaikan oleh DPD Asperda Jatim. Serta pengelolaan perusahaan transportasi oleh pelaku usaha  angkutan wisata.

 

Kepala Bidang Industri Disbudpar Jatim, Suriaman SH MSi mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong pelaku usaha angkutan wisata untuk memenuhi standar usaha sesuai dengan peraturan pemerintah serta memberikan pemahaman terhadap pejabat kabupaten/kota dan pimpinan usaha tentang pentingnya standarisasi usaha angkutan wisata untuk meningkatkan mutu produk dan layanan yang selama ini telah  berlangsung. (ian)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *