Samakan Persepsi Dalam Pengelolaan Obyek Wisata di Jawa Timur

*  Dari Loka Karya Daya Tarik Wisata Jawa Timur 2015

Gambaran mengenai masa depan pariwisata Jawa Timur nampak semakin jelas. Gambaran  terang itu nampak dari munculnya berbagai destinasi wisata baru yang ada di Jawa Timur. Sebut saja Bee Jay Bakau Resort yang ada di Probolinggo.

Dengan ide gilanya yang fantastis, bee jay bakau resort membuat orang geleng-geleng kepala terkagum atas perwujudan sebuah konsep pariwisata yang visioner. Karena itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur mengundangnya sebagai pembicara dalam kegiatan yang bertajuk lokakarya dayatarik wisata Jawa Timur pada 24 Maret lalu.

Dalam kesempatan itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Timur bermaksud merapatkan barisan kepada dan memberikan gambaran mengenai peluang dan masa depan pariwisata Jawa Timur kepada seluruh pihak pengelola destinasi wisata di Jawa Timur untuk tidak ragu lagi akan masa depan kepariwisataan Jawa Timur.

Propinsi ini cukup memberikan keyakinan bahwa Jawa Timur pantas dibanggakan melalui sektor pariwisatanya yang telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 101,97 triliun pada 2014 lalu.

Benjamin pemilik beejay bakau resort Mengatakan,   Indonesia khususnya Jawa Timur memiliki kekayaan yang luar biasa untuk dikembangkan. Lebih-lebih pada kekayaan maritimnya. Karena itu ia berpesan kepada seluruh peserta yang hadir untuk terus maju dan tidak ragu lagi mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Jawa Timur.

Dalam kesempatan yang sama Agus Sugiarto dari Indekon (Indonesian ecotourism network) juga mengatakan hal senada. Ia mengatakan Jawa Timur memiliki potensi wisata yang cukup besar dan tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia seperti Bali. Hanya saja diperlukan peran serta masyarakat untuk menjaga dan melestarikan potensi yang ada semisal tidak mengotori atau mencemari baik air, tanah ataupun merusak destinasi wisata lainnya.

“Di Jawa Timur sebenarnya cukup banyak potensi wisata yang menarik, hanya saja di beberapa tempat masih saja ditemukan kondisi yang kurang mengembirakan dimana banyaknya sampah-sampah yang ada di lokasi wisata masih saja ditemui. Ini yang membuat kurang menyenangkan,” kata ….dari indekon.

Sementara itu dalam kegiatan tersebut banyak materi yang disampaikan kepada para peserta. Seperti menejemen daya tarik wisata yang disampaikan oleh Yusri Abdillah dari Unibraw. Yusri mengatakan, wisatawan nusantara merupakan benteng ditengah peta kunjungan wisata dunia.

“Meski pemerintah menargetkan kunjungan wisata mancanegara hingga 20 ribu orang pada 2020 wisatawan nuasantara tidak bisa dikesampingkan. Ini merupakan benteng ditengah persaingan kunjungan wisata tingkat dunia,’ terang Yusri.

 

“Karena itu, bagaimana mengelola obyek wisata yang baik, itu sangat diperlukan meski yang berkujung wisatawan nusantara saja,’ imbuhnya. Sementara itu dalam kesempatan tersebut juga disinggung mengenai pengembagnan potensi wisata di perum perhutani dimana perhutani dengan kewenagan yang diberikan pemerintah mengelola banyak obyek wisata diwilayahnya.

Ada 34 obyek wisata yang dikelola oleh perum perhutani. Diantaranya adalah Wisata Air Panas Padusan Pacet Mojokerto, Kekek Bodo Pasuruan, Telaga Sarangan, Pantai Dander, Pantai Papuma, Pulau Merah Banyuwangi, Pasir Putih Situbondo dan masih banyak lagi. Perhutani memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pariwisata di Jawa TImur atau Indonesia pada umumnya. Karena itu keikut sertaan perhutani dalam megelola obyek wisata dirasa sangat perlu untuk ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata (P3) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Timur Drs. Handoyo, MPd sebagai penyelenggara kegiatan ini mengatakan,  peningkatan kualitas pelayanan dan standar pariwisata masih perlu terus ditingkatkan. Pada tahun 2014 pemerintah telah mengeluarkan regulasi standar usaha pariwisata sebanyak 24 jenis dari 56 jenis usaha pariwisata yang didalamnya memuat tentang kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah/kabupaten kota dalam pengelolaan pariwisata.

“Karena itu dalam kegiatan ini diharapkan ada masukan dari peserta yang dapat dijadikan rekomendasi sebagai pedoman pengelolaan pariwisata,’ terang Handoyo. “ Selain itu juga dari kegiatan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi tentang pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” terang Suwondo Kepala Seksi Daya Tarik Wisata Disbudpar Jatim dalam lokakarya yang dihadiri 100 orang dari pengelola daya tarik wisata dan dinas yang membidangi pariwisata di Jawa Timur itu. (her)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *