Perayaan Harkop Ke-68, Koperasi Telah Disetting Hadapi MEA

Koperasi kembali merayakan hari jadinya. Kali ini perayaan hari jadi koperasi itu telah memasuki masa ke-68 tahun. Di Jawa Timur perayaan harkop dipusatkan alun-alun kota Tuban (16/6) baru-baru ini.

Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur sebagai pemangku regulasi telah mempersiapkan berbagai langkah guna menghadapi MEA akhir 2015 mendatang. Salah satunya adalah dengan mengelar serasehan perkoperasian. Acara ini dimaksudkan agar para anggota koperasi maupun pengurus dapat mengetahui titik permasalahan dan tantangan menuju masa pasar bebas tersebut. Oleh karena itu Dinas koperasi bekarjasama dengan berbagai pihak memberikan arahan pentingnya standarisasi produk agar dapat bersaing melalui sertifikasi.

Dalam rangkaian acara itu juga dilakukan beberapa kegiatan pendukung yang bersifat edukatif, interaktif ataupun hiburan dan sosial. Seperti  lomba-lomba terkait perkoperasian, jamboree koperasi, karya tulis, uji kompetensi antar SLTA, pembagian sembako kperasi peduli, jalan sehat, pasar rakyat dan serasehan perkoperasian. Mardjito, Ketua Dekopimda (dewan koperasi pimpinan daerah) Jatim mengatakan, dari acara ini diharapkan tidak hanya seremonial acara-acara tapi juga wujud setelah ini harus berbuat apa.

Mardjito melanjutkan, di Tuban misalnya, koperasi berkembang pesat mengikuti perkembangan jaman dan tidak gentar menghadapi MEA. “Di jatim banyak petarung-petarung hebat yang siap menghadapi situasi ekonomi apapun. Kami sebagai pegiat koperasi semakin mantab dan yakin menghadapi pasar bebas antar Negara ASEAN ini,” tegas Mardjito seperti dilansir harian Surabaya Pagi.

Mardjito berharap, kedepan pemerintah propinsi dan pusat mau memberikan kontribusi atau bantuan terhadap koperasi petani. “Diharapkan pemprov dan pusat berkenan memberikan kontribusi kepada koperasi pertanian, mulai bibit hingga pasca panen”, ungkap Mardjito.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan telah memberikan berbagai kemudahan kepada para pelaku UKM atau Koperasi dengan memberikan suku bunga 6 persen dibawah inflasi. Serta para pelaku koperasi diberikan pendidikan dan latihan seperti mengenai akuntansi, menejemen dan marketing, dll. Dengan begitu diharapkan para pelaku koperasi dan UMKM akan dapat bersaing menghadapi MEA. “Apalagi tahun 2014 barang dari Jatim yang laku di 26 propinsi ada 415 triluin dan yang masuk ke Jatim 325 triliun, jadi masih untung”, terang gubernur. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *