Penerima Tali Asih Tahun 2015 Meningkat 20 %

Guna menjalin silahturahim antara insan kesenian dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, sebanyak 500 seniman dan budayawan dari berbagai wilayah di Jatim menerima tali asih dari Gubernur Soekarwo. Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan, jumlah penerima tali asih tahun ini meningkat 20% dari tahun sebelumnya. Ini menandakan jika Pemprov memperhatikan para seniman dan budayawan.

Selain itu pemberian tali asih bertujuan memotivasi semangat seniman dan budayawan untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya Jatim di tengah maraknya seni budaya asing yang masuk ke Indonesia, khususnya Jatim.

Lebih lanjut dikatakan Gubernur, berangkat dari kenyataan yang ada, gerakan kebudayaan dan kesenian Jatim tumbuh dari bawah, sehingga bisa dipakai sebagai landasan membangun masyarakat. “Memang pekerjaan berat, tapi memberikan kritikan kepada masyarakat yang menyimpang dengan hati itulah tugas para seniman,” ujar Soekarwo di Graha Wisata Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Jatim

Seni budaya menurut gubernur, mengajarkan masyarakat untuk berpikiran terbuka (open minded). Karena dengan berpikiran terbuka, masyarakat menjadi sadar bahwa orang yang mengkritik itu tidak selalu bermaksud jelek, tetapi justru bermaksud baik agar menjadi lebih baik. Selain itu, kata dia, masyarakat juga dapat menyampaikan aspirasi dan kritik terkait situasi di sekitarnya kepada pemerintah, tentunya aspirasi tersebut bertujuan untuk membangun Jatim

Ketua penyelenggara, Jariyanto mengatakan, berharap tahun yang akan datang akan semakin banyak lagi seniman maupun budayawan yang bisa mendapatkan tali asih. ”Kita berharap tahun depan bisa lebih meningkat lagi. Semoga bermanfaat bagi keluarga  seniman,” tuturnya.

Dengan tali asih ini diharapkan dapat mendorong para seniman menjadi lebih kreatif dalam memberikan suguhan hiburan kepada masyarakat. Tetapi yang lebih penting yakni mampu melestarikan warisan kebudayaan leluhur.

Sementara Widodo Basuki salah satu penerima tali asih menyampaikan rasa syukur dan simpati atas perhatian Pemprov Jatim kepada para seniman dan budayawan. Tradisi tahunan ini menurut Widodo menjadi momen yang di tunggu insane seniman Jatim. ”Seniman di daerah bukan semata-mata mengharapkan sejumlah uang dalam tali asih ini, yang lebih mereka inginkan adalah perhatian Pemprov,” kata sastrawan dan pelukis asal Sidoarjo ini.

Ia berharap, jumlah seniman yang mendapatkan tali asih kedepan bisa terus bertambah dan merata.”Bahkan tali asih bagi sebagian besar seniman daerah, menjadi kebanggaan tersendiri, mereka menganggap jika menerima berarti gubernur memperhatikan keberadaan mereka,” ungkapnya. (hjr/upn/provjtm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *