Nasi Bakar Mamong, Juara Babak Penyisihan Makas Jatim

* Se- Bakorwil Malang dan Pamekasan

Anda pasti tidak menyangka kalau Jawa Timur memiliki ratusan jenis makanan khas (makas) yang tiap tahun digali melalui event festival makanan khas Jawa Timur. Berbagai jenis makanan khas ini telah dilombakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Melalui Bidang Pengembangan Produk Pariwisata (PPP).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Dr. H. Jarianto, MSi dalam sambutannya mengatakan, maksud dari diadakannya lomba ini adalah untuk semakin memunculkan semangat dikalangan pelaku kuliner atau hotel maupun restoran untuk berinovasi menciptakan produk makanan yang enak dan memiliki citarasa khas dan daya tarik wisata, terutama wisata kuliner.

“ Kegaitan ini senantiasa mengeksplorasi dan bersaing dalam inovasi makanan khas dimana akan menjadikan Jawa Timur sebagai ikon makanan khas yang dapat memiliki daya tarik wisata dan memperkuat citra pariwisata Jawa Timur untuk semakin dikenal dan dikunjungi wisatawan,” ungkap Jarianto.

Dalam babak penyisihan yang dilaksanakan di Haris Hotel & Convention Malang beberapa waktu lalu itu keluar sebagai juara pertama adalah Olahan Dapur Lulu dari Kabupaten Bondowoso dengan menu masakan Nasi Bakar Mamong, juara kedua diraih oleh RM. Ping Wa asal Gresik dengan menu masakan Udang Kuah Blimbing, posisi ke tiga diduduki oleh The Alana Hotel dari Surabaya dengan menunya Oseng Pakis Daun Kates, posisi empat diduduki Edotel SMKN 2 Malang dengan menu Bawal Bumbu Kuning, dan posisi ke lima adalah Jambuluwuk Batu Village Resort Kota Batu dengan menu Udang Merah Bawang Putih.

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata Disbudpar Jatim, Drs. Handoyo, MPd menyampaikan harapan yang sama. Ia mengatakan dengan adanya festival makanan khas ini diharapkan akan semakin memacu semangat dan kreatifitas dunia usaha khususnya perhotelan dan restoran untuk berinovasi meng-eskplor kebisaannya bidang boga untuk menciptakan makan khas yang selalu dinanti masyarakat dan wisatawan.  Selain itu juga tidak kalah pentingnya adalah menyajkannya dengan tampilan yang menarik sehingga menggugah selera.

“ Kami berharap dunia pariwisata atau kuliner makin semarak dengan adanya makanan khas yang selalu diciptakan secara terus menerus sehingga tidak menjadikan kebosanan menu yang ada. Selain rasanya yang enak dan tampilannya yang menarik sehingga menggugah selera,” ungkapnya.

Untuk diketahui, festival makanan khas Jawa Timur berawal dari gelar makanan ramadhan yang kala itu dilaksanakan pada bulan ramadhan kemudian seiring berjalannya waktu berganti nama menjadi gelar makanan khas Jawa Timur dan beberapa tahun kemudian berganti nama menjadi festival makanan khas Jawa Timur. (man)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *