Konsep Desa Wisata Akan Terus Dikembangkan

Dari Gelaran MITF 2019 di Surabaya

Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terus berupaya keras mendorong sektor pariwisata Jawa Timur. Diantaranya dengan mengembangkan konsep desa wisata terutama yang berbasis kearifan lokal.

“Melalui konsep ini diharapkan tidak hanya mendongkrak pariwisata tapi juga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pedesaan,” ungkapnya di sela-sela pembukaan The 20th Majapahit International Travel Fair (MITF), bertempat di Exhibition Hall Grand City Surabaya, baru-baru ini.

Menurut Khofifah, sangat banyak keunggulan yang dimiliki Jawa Timur seperti kearifan dan keindahan lokal yang belum tereksplor. “Untuk itu akan ada ruang dimana desa wisata ini bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Manfaatkan Dana Desa

Pengembangan desa wisata ini memiliki peluang mengingat saat ini ada dana desa. Keberadaan dana desa yang jumlahnya besar itu menjadi pemicu dan pemacu untuk mendongkrak seluruh pertumbuhan baik ekonomi, budaya dan sosial di pedesaan.

“Bagi Jawa Timur menjadi sangat penting, karena kebetulan provinsi ini disparitas antara kota dan desa lebar sekali, kalau kemiskinan di kota 6,9%, kemiskinan di desa 15,2%,” urainya.

Dengan adanya pengembangan desa wisata, Khofifah meyakini akan tumbuh basis ekonomi pedesaan sehingga akan ada peningkatan percepatan kesejahteraan masyarakat desa. “Artinya multi player efeknya banyak sekali apalagi di seluruh negara di dunia, devisa sektor riil akan tumbuh ketika sektor pariwisata tumbuh,” tukasnya.

Dicontohkan, salah satu desa wisata di Jatim yang ada di Desa Pujon Kidul, Kab. Malang. Menurutnya, sejak dua tahun lalu ia resmikan, desa wisata tersebut terus berbenah. Berbagai infrastruktur pendukung juga terus dibangun. Tidak hanya sekedar mengandalkan keindahan alam, tapi juga terus memperbaiki infrastrukturnya sehingga tumbuh industri kreatif disana.

“Dua mingguan lalu saya kesana dalam setahun mereka sudah bisa memberikan kontribusi pendapatan ke Kab. Malang sebesar Rp2,5 Milyar. Kemudian tenaga kerja yang bisa direkrut sampai 600 orang dengan income per bulan Rp1,5-4 juta,” sebutnya.

Untuk itu, lanjut Khofifah, perluasan informasi atau promosi desa wisata menjadi penting. Bila informasi tersebut tersebar luas dengan baik dan terkonfirmasi, maka desa wisata tersebut akan menjadi sentra pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan. Terkait penyelenggaraan MITF yang berskala internasional ini, Khofifah berharap akan ada tambahan wisatawan asing terutama yang akan masuk ke Jawa Timur.

“Kita punya destinasi wisata yang luar biasa tapi hari ini fokusnya adalah bagaimana membangun destinasi wisata berbasis pedesaan, dan ini akan terus kembangkan,” terangnya.

Sementara itu, saat membuka MITF, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan banyak daerah terus berlomba-lomba mengembangkan sektor parwisatanya. Alasannya, sektor pariwisata membuat daerah tersebut berpotensi mendapatkan kepercayaan lebih terutama di bidang Trade, Tourism dan Investment (TTI). “Bila pariwisatanya berkembang maka perdagangan dan investasinya akan meningkat. Kita harus punya keberanian untuk berubah menjadi lebih baik, pariwisata kita harus menjadi yang terdepan,” jelasnya.

The 20th MITF yang diselenggarakan pada tanggal 2-5 Mei 2019 ini mengambil tema Explore Tourism Village. Selain menampilkan stand-stand potensi pariwisata berbagai daerah di seluruh Indonesia, acara ini juga diramaikan dengan talkshow, berbagai lomba serta pemilihan Putra Putri Pariwisata MITF 2019.

Sedangkan pada bursa dan pameran perolehan yang dicapai dari acara selama empat hari itu adalah sebesar 1,231 miliar. Dan untuk travex (travel exchange) telah terjadi 1.474 appointment prospektif dengan paket-paket favorit seperti Bromo, Malang-Batu-Surabaya, Golf, Banyuwangi – Kawah Ijen, dan tak ketinggalan adalah wisata religi. (tor/ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *