Keris Naga Sapta : Identik Dengan Kekuatan Penguasa

Untuk lebih meyakinkan diri bahwa kedudukan sang raja adalah sah dan aman dari ancaman, raja perlu menunjukkan pusaka yang ada padanya sebagai sumber kekuatan bagi dirinya sekaligus pemerintahannya. Sukar bagi masyarakat Jawa untuk memahami kekuasaan sang raja apabila ia tidak mempunyai pusaka yang merupakan lambang “kesakten” atau kesaktian dimana sejumlah kekuatan supranatural ada didalamnya untuk kepentingan negara dan rakyatnya. itulah sekelumit pembahasan yang ada dalam seminar keris “Naga Sapta” yang diselenggarakan oleh Museum Mpu Tantular baru-baru ini.

Keris merupakan warisan budaya yang sangat adiluhung. Mulai dari teknologi, kekuatan mistis, dan estetikanya. Pantas kalau sebagian orang menganggap keris adalah pusaka kesakten yang wajib dimiliki oleh orang-orang penting. Seperti raja misalnya.

Karena keunikan dan mistisme ini baru-baru ini museum Mpu Tantular menggelar seminar mengenai keris “Naga Sapta” yang disinyalir sebagai lambang kekuatan penguasa. Naga sapta menurut ceritanya adalah dibuat pada masa paku buwono 7. Keris ini memiliki pamor atau berhiaskan naga yang sangat mencolok terbuat dari emas mulai dari pangkal hingga ujungnya dengan luk (jumlah lengkung) tujuh buah. Bertahtakan berlian sebagai mata naga itu sendiri sedangkan warangkanya (wadah keris) terbuat dari kayu cendana. Menurut empu KRT Supoyo narasumber keris ini hanya dibuat  tujuh buah di dunia dan salah satunya ada di museum Mpu Tantular ini.

Konon ceritanya, Naga Sapta adalah sebuah keris yang identik dengan kekuasaan sebagai pelanggeng kekuasaan. Karena itu dalam kesempatan ini hadir berbagai narasumber yang memiliki spesialisasi dibidangnya masing-masing. Yakni Adi Sulistyo kurator keris di museum Surakarta dan pejamas pusaka, KRHT Sukoyo Hadinagoro empu keris dan kurator keris di museum NEKA Ubud Bali, serta Bambang Tjahjadi Guru Besar Ilmu Akuntansi di FEB Unair.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti Mahasiswa, Dosen, empu, budayawan dan guru serta organisasi pariwisata yang berjumlah tidak kurang dari 150 peserta ini Kepala Museum Mpu Tantular Drs. Edi Irianto mengatakan tema ini sengaja diambil berkaitan dengan akhir-akhir ini semakin serunya  pencapaian kekuasaan yang ada di republik ini hingga hal tersebut menjadi layak untuk diperbincangkan.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Dr. H. Jarianto, MSi mengatakan semangat membangun bangsa bisa dimulai dari kecintaan kita terhadap budaya dan warisan-warisannya sehingga menimbulkan karanter kuat yang dapat melahirkan rasa nasionalisme yang tinggi. (her)

 

 

 

2 thoughts on “Keris Naga Sapta : Identik Dengan Kekuatan Penguasa

  • 29 May 2018 at 20:37
    Permalink

    Saya sangat setuju akan hal ini, apa lagi dengan munculnya keris pusaka Naga Sapta yg pertama yang selama ini menjadi misteri keberadaanya atau keris yg berdapur naga raja tangguh majapahit yang menjadi master untuk diputerani menjadi 7 bilah dengan 3 model, 2 model a,2 model bdan 2 model c.Dibawa

    Reply
  • 29 May 2018 at 20:37
    Permalink

    Saya sangat setuju akan hal ini, apa lagi dengan munculnya keris pusaka Naga Sapta yg pertama yang selama ini menjadi misteri keberadaanya atau keris yg berdapur naga raja tangguh majapahit yang menjadi master untuk diputerani menjadi 7 bilah dengan 3 model, 2 model a,2 model bdan 2 model c. Pada waktu itu Belanda sangat mengetahui keampuhan pusaka tersebut, dan sangat menginginkannya maka Tumenggung Kerta Desa membawanya ke Lampung untuk menghindarinya. Keris naga sapta dengan nama aslinya adalah Nogo Sosro Banteng Kencono berdapur nogo sosro dengan ukiran terbuat dari tanduk banteng emas/ kerbau bule. Keris tersebut kini masih tersimpan walaupun agak sedikit haus termakan usia dan beberapa kali berada ditangan orang lain.th 2008 sudah saya bawa ke Solo untuk konfirmasi mengenai keasliannya, di nyatakan bahwa saya beruntung bis mendapatkan keris yang menjadi misteri tersebut.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *