Kemah Museum, Upaya Pengenalan Baru Terhadap Koleksi Museum

Dalam rangkan memupuk kecintaan generasi muda akan warisan budaya bangsa, baru-baru ini museum negeri Mpu Tantular mengadakan kemah museum yang dilakukan oleh para siswa SLTP (pramuka penegak) di Museum Mpu Tantular.

Acara tersebut diikuti oleh para siswa dari Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan) dan dibuka oleh Kepala UPT Museum Mpu Tantular Drs. Edi Irianto, SE, MM. Dalam kesempatan sambutannya Edi, pangilan akrab Edi Irianto mengatakan pengenalan koleksi museum atau warisan budaya bangsa terhadap generasi muda sangat penting.

Hal ini dikarenakan generasi muda adalah penerus bangsa dimana mereka sangat mudah “disusupi” faham-faham yang kliru atau bertentangan dengan karakter bangsa. Maka dari itu kecintaan terhadap bangsa sangat diperlukan. “Dari kegitan ini diharapkan anak-anak atau siswa dapat lebih mencintai bangsanya”, tutur Edi.

Riang Gembira Memahami Koleksi

Edi juga menuturkan bahwasannya untuk memberikan dan mengjk anak dalam mempelajari koleksi museum dapat dilakukan dengan cara bergembira. Apalagi pelakunya dalah anak-anak. “Memang banyak cara memberikan pelajaran atau pengenalan koleksi museum. Salah satunya adalah dengan bergembira semacam ini (kemah) sehingga anak didik tidak terasa kalau dia sebenarnya telah diajak “bersekolah””, tutur Edi.

Seperti diketahui, museum Mpu Tantular memiliki banyak koleksi yang jumlahnya mencapai tidak kurang dari 15 ribu lebih. Dalam kesempatan ini peserta akan diperkenalkan dengan berbgai koleksi. Salah satunya adalah keris.” Peserta akan mendapat pengetahuan mengenai berbagi hal tentang koleksi. Salah satunya adalah keris. Dimana keris telah diakui dunia sebagai warisan budaya Indonesia, anak-anak harus tau bahwa bansa kita ini adalah bangsa yang besar dan harus bangga sebagai bangsa Indonesi”, ungkapnya.

Sedangkan sasaran peserta mengapa harus pramuka yang dilibatkan dalam kegiatan ini? Edi menuturkan kelompok muda atau generasi muda yang hingga saat ini yang telah terdidik dan solid adalah anggota pramuka. Maka dari itu pihaknya tidak ragu lagi untuk melibatkan pramuka dalam kegiatan ini.

“Iya, kelompok masa pemuda yang sampai saat ini terdidik dan solid adalah pramuka. Seperti untuk membikin tenda penginapan saja kalau tidak terbiasa seperti anggota pramuka akan sulit, tapi pramuka kan tidak. Disamping itu penkoordinasiannya pun juga mudah. Maka itu kita ambil pramuka dalam kegiatan ini”, terang Edi. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *