Gus Ipul : Prosesnya Lama, Karena itu Batik Mahal

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Jusuf saat membuka acara
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah  Jusuf  (baju batik) saat membuka acara

 

* Pameran “ Pesona Ragam Hias Kain Tradisional Nusantara 2014″

Mencintai produk Indonesia. Itulah pesan yang disampaikan wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf ( Gus Ipul) dalam kesempatan Pameran “ Pesona Ragam Hias Kain Tradisional Nusantara 2014 ” di Museum Mpu Tantular Sidoarjo baru-baru ini.

Gus Ipul pun berpesan, untuk meningkatkan kekuatan ekonomi nasional, pelaku UKM harus memiliki daya saing. “ Seperti kain batik, untuk mewujudkan produk batik yang berkualitas harus melalui tahap-tahap yang sempurna.  Prosesnya lama. Maka tak heran bila kain ini memiliki daya saing dan mendapat respon dimasyarakat. Dan harganya pun mahal. Ini harus dibeli dan dicintai produk-produk Indonesia ini,” terang Gus Ipul.

Dalam kesempatan yang dihadiri peserta dari seantero nusantara itu, Gus Ipul juga menegaskan akan adanya persaingan peradaban dan perdagangan di tahun 2015. Karena itu ia mengajak pelaku-pelaku usaha dan ekonomi kreatif mampu menciptakan produk yang berkualitas dan inovatif.

Untuk mencapai ke arah itu pemerintah provinsi Jawa Timur siap menjembatani atau memberikan fasilitas-fasilitas agar masyarakat pelaku ekonomi menengah dan bawah mampu bersaing. Gus Ipul pun meminta kepada parakepala daerah untuk menjadikan museum sebagai icon sebuah kota. Karena museum merupakan rumah peradaban.

” Museum layak untuk diapresiasi dan dijadikan icon sebuah kota. Seperti Sidoarjo ini, hendaknya menjadikan museum Tantular ini sebagai iconnya karena dari sinilah (museum) awal mula peradaban,” terang Gus Ipul dalam sambutannya dihadapan perwakilan pengurus museum se-nusantara.

Museum Ditata Seindah Mungkin

Ia pun mengatakan bahwa sudah saatnya museum meninggalkan ciri lamanya hanya sebagai tempat menyimpan benda kuno. Museum harus berbenah dipercantik sehingga pengunjung akan merasa betah dan nyaman. Karena lanjut Gus Ipul, museum juga dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi disamping sarana belajar. ” Kalau saya jadi presiden akan saya dirikan kementerian khusus untuk menangani museum,” kelakarnya disambut tepukan ratusan hadirin.

Sementara itu dalam pameran Pesona Ragam Hias Kain Tradisional Nusantara 2014 yang diikuti oleh 34 museum se-nusantara itu (lihat tabel) juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Seperti lomba melukis sepanjang 500 meter yang dilakukan oleh siswa-siswi sekolah dasar se-Sidoarjo, batik, famtrip bagi peserta, fashion show, aneka tarian,  juga tamu kehormatan dari Jember Fashion Carnival, dll.

Kepala UPT museum Mpu Tantular Drs. Edi Iriyanto mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Jarianto, MSi mengatakan, acara ini dimaksudkan agar museum semakin dekat dan dicintai masyarakat.

Juga menunjukkan kepada khalayak bahwasannya di museum tidak saja ditemukan benda-benda kuno melainkan juga sebagai sarana hiburan merakyat yang murah meriah. ” Kita ingin meningkatkan apresiasi masyarakat melalui kegiatan ini. Agar makin dekat dengan masyarakat,” terangnya.

Seperti banyak diberitakan, untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat itu museum kerap menggelar pertunjukan koleksi museum secara gratis yang biasa digelar dihalaman depan agar masyarakat dapat langsung menyaksikan dan secara lebih jauh memiliki ketertarikan untuk melihat koleksi-koleksinya.(her)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *