Cerdas Cermat, Gali Pengetahuan Siswa dan Bantu Pelajaran di Sekolah

* Terobosan Baru Museum Mpu Tantular

Untuk mengasah kemampuan dan pengetahuan para siswa mengenai sejarah, budaya dan permuseuman, Museum Mpu Tantular baru-baru ini mengadakan acara cerdas cermat tingkat SLTP Se-Jawa Timur.

Acara ini dilangsungkan di ruang bimbingan Museum Mpu Tantular Jl. Raya Buduran Sidoarjo. Hadir dalam acara tersebut adalah pakar permuseuman Himawan dan akademisi, budayawan yang di dhapuk menjadi juri. Dalam kesempatan tersebut Kepala Museum Drs. Edi Iriyanto, MM mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman generasi muda terhadap budaya dan juga sebagai penunjang pelajaran di sekolah. Mengapa  hanya murid SLTP yang dilombakan? Menurut Edi ini adalah untuk persiapan mengikuti lomba serupa (tingkat SLTP) di tingkat nasional di Jakarta beberapa waktu mendatang.

Tidak itu saja, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat khususnya generasi muda terhadap museum dimana museum memiliki peran yang sangat besar dalam membangun bangsa. “Kita ingin meningkatkan apresiasi masyarakat utamanya generasi muda terhadap museum. Agar mereka lebih mencintai museum dan budayanya khususnya,” lanjut Edi.

Seperti diketahui, gempuran budaya luar telah begitu gencar menyerang generasi muda. Kecintaan para muda kepada museum akan dapat mengimbangi budaya luar yang kian bebas masuk. Bahkan dalam beberapa kesempatan sebelumnya Edi pernah berpesan dan mengatakan bahwa “Bila ingin menguasai satu bangsa lumatlah buudayanya terlebih dulu. Dengan budaya yang sudah diacak-acak maka tidak berat untuk merubah karakter suatu bangsa,” terang Edi.

Karena itu acara yang baru pertama kali dilakukan oleh museum Mpu Tantular ini dirasa sangat tepat dan dapat mendukung dalam pembentukan karakter bagsa agar tidak tergerus oleh budaya luar yang kian meraja. “Ini memang baru pertama kali dilakukan (cerdas cermat) tapi kami akan berupaya untuk terus menggelar acara ini tiap tahun,” kata Edi.

Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dr. H. Jarianto Msi, mengatakan sangat mendukung acara ini dan dia pun mengamini bila acara ini dilakukan di tiap tahunnya. Karena dapat membantu siswa dalam pelajaran disekolah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan tanah airnya. Dalam kesempatan ini keluar sebagai juara pertama diraih oleh SMPN 1 Kota Surabaya. Juara II diraih oleh MTSN At – Taqwa Bondowoso. Juara III diraih oleh SMPN 1 Gresik. Sedangkan juara harapan I diraih oleh  SMPN 1 Sutojayan Blitar dan Harapan II diraih oleh SMPN 1 Mageta. Masing-masing pemenang berhak  atas hadiah uang tunai dan tropy  sedangkan  juara 1 akan mewakili dalam lomba tingkat nasional di Jakarta. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *