Alat Musik Gong Gumbeng Dipamerkan Dalam Pameran Nasional 2015 di Papua

Untuk menancapkan eksistensi dan keberadaan museum di mata masyarakat, baru-baru ini sebanyak 30 museum melakukan pameran secara nasional di propinsi Papua.

Seperti diketaui, museum memiliki arti penting dalam membangun masyarakat terutama generasi muda. Dengan museum para generasi penerus bangsa dapat mengetahui kebudayaan dan kekayaan budaya serta adat istiadat suatu bangsa yang dapat membangun karakter bangsa itu sendiri.

SAMSUNG CAMERA PICTURESKini sebanyak 30 museum itu telah berpameran pada 6-10 Oktober lalu di  Kompleks  UPTD Museum Negeri Provinsi Papua Wamena Kota Jayapura. Dengan mengambil tema “Karena Musik, Identitas Bangsa Ada Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menuju Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera”.

Pameran ini dibuka recara resmi oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP di Kompleks UPTD Museum Negeri Provinsi Papua Wamena Kota Jayapura. Dalam sambutannya, Lukas mengatakan dengan pameran ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan pendidikan dan kebudayaan serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Pameran seperti ini dapat dijadikan referensi bagi para pengunjung untuk mengenal alat musik tradisional dari seluruh Nusantara. Selain itu dibutuhkan kerjasama semua pihak baik pemerintah, swasta dan seluruh masyarakat untuk melakukan perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan warisan budaya bangsa untuk kesejahteraan seluruh masyarakarat”, ungkap Lukas.

Sementara itu dikesempatan lain, Kepala UPT Museum Mpu Tantular Drs. Edi Irianto, MM mengatakan, keberadaan museum yang menyimpan benda-benda bersejarah terutama alat musiknya memiliki arti penting bagi kekayaan warisan bangsa. “Karena itu sebagai generasi penerus kita wajib melestarikannya untuk diketahui anak cucu atau generasi yang akan datang. Sehingga mereka tau kekayaan budaya dan betapa besarnya bangsa ini”, tutur Edi.

Untuk diketahui, dalam kesempatan tersebut museum Mpu Tantular memamerkan beberapa alat musik koleksinya. Seperti gong Gumbeng, dan alat musik pengiring jaranan. Gong Gumbeng merupakan alat musik dari Ponorogo. Menurut cerita, Gong gumbeng telah ada sejak ratusan tahun lalu yakni sejak 1837 Masehi.

Masyarakat Ponorogo meyakini Gong Gumbeng memiliki nuangsa magis. Karena itu alat musik ini setidaknya harus dimainkan dalam satu tahun sekali yang biasa dipakai pada acara bersih desa. Sementara itu Kepala Seksi Koleksi Museum Mpu Tantular Sri Edy Tjahyo Kuntjoro mengatakan, museum Tantular mengoleksi segala benda-benda yang secara umum yang memiliki nilai budaya untuk perkembangan masa depan. “Kita tidak hanya mengoleksi peninggalan-peninggalan purbakala saja, melainkan juga mengoleksi alat-alat musik meski bukan dari hasil penemuan. Karena merupakan hasil karya budaya yang dipandang perlu untuk dilastarikan dan untuk masa depan”, terang Edi Kuntjoro. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *