Ajak Staf dan Karyawan Bersihkan Lokasi Wisata

Keindahan dan kelestarian lokasi wisata mutlak diperlukan bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Seperti  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabuapten Probolinggo ini. Untuk melaksanakan hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo Ir. H. Anung Widiarto, MM mengadakan bersih-bersih di lokasi wisata.

Sebagai pemangku kelangsungan dan kelestarian lokasi wiasata di Kabupaten Probolinggo, hampir setiap hari Jum’at ia beserta jajarannya melaksanakan kegiatan ini secara bergantian ke lokasi-lokasi wisata yang dinaungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Probolinggo.

“ Saya ingin staf-staf saya tahu lokasi wisata yang dimiliki dan menjadi tanggung Jawab dinas ini. Masak kalau ada orang tanya dimana lokasi wisata “A” misalnya, mereka tidak tahu,” terang Anung panggilan akrab Anung Widiarto saat ditemui dikantornya.

Ia pun mejelaskan lebih jauh menganai gambaran wisata kedepan yang hendak dilakukan dimasa kepemimpinannya adalah sebuah lokasi wisata yang layak untuk dikunjungi para wisatawan dengan saran dan prasarana yang memadai. Karena banyak tempat-tempat wisata di Probolinggo yang belum tertangani secara sempurna.

Ia pun berkeinginan agar ada event-event pendukung yang dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Probolinggo. “ Seperti jazz gunung yang hampir tiap tahun diadakan di Bromo. Ini kalau bisa bakal diperluas lagi ke tampat-tempat wisata lainnya dengan kegiatan yang berbeda,” terang Anung.

Ganjalan Antar Insatansi

Namun untuk mewujudkan hal itu menurutnya tidak mudah. Perlu sinergitas antara satu dinas dengan dinas lainnya yang sama-sama mendukung sektor pariwisata. Seperti pemeliharaan jalan, rambu-rambu, dll. Selama ini menurutnya banyak kendala yang dialami. Seperti kurang sinergisnya masing-masing instansi yang kurang mendukung.

Ia pun mencontohkan, seperti pemeliharaan jalan lokasi wisata. Menurutnya pembenahan jalan di lokasi wisata harus ditangani secara cepat. “ Seperti jalan yang menuju Bromo, sekarang kan banyak yang rusak. Bahkan bisa dikatakan parah. Ini hendaknya harus cepat ditangani, begitu kelihatan rusak langusung ditambal-kelihatan rusak langsung ditambal,” terangnya mengelauhkan tidak sinergisnya insatansi terkait.

Ia pun berharap di masa-masa mendatang ada prioritas jalan-jalan wisata yang dibenahi tiap tahunnya. Sehingga kerusakan jalan wisata tidak terus meluas. (man)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *