Air Terjun Roro Kuning Nganjuk

Air Terjun Roro Kuning merupakan situs wisata alam di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Tepatnya di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Nganjuk. Air Terjun Roro Kuning sejatinya tidak nampak seperti air terjun, karena tingginya hanya sekitar 15 meter saja dan warga sekitar biasa menyebutnya sebagai air merambat.

Air Terjun Roro Kuning berada sekitar 25 km selatan kota Nganjuk, dengan akses jalan yang cukup memadai bisa dilewati kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat. Di lokasi wisata ini tidak hanya terdapat air terjun, tetapi juga disediakan beragam fasilitas yang bisa dimanfaatkan pengunjung. Bagi yang gemar perpetualang terdapat area camping  dan outbond, bagi keluarga bisa memanfaatkan saung-saung untuk bersantai. Arena bermain anak-anak juga disediakan, ada juga kolam renang walaupun ukurannya tidak sebarapa besar.

Berendam atau mandi di bawah air terjun bisa menjadi pilihan yang menarik. Pengunjung yang datang kelokasi wisata ini juga tidak perlu khawatir dengan perbekalan, karena banyak terdapat warung yang menyediakan beragam jenis makanan dan minuman.Untuk tiket masuk hanya dikenakan tarif Rp. 2.000 saja, sangat murah bukan?, sedangkan untuk parkir dikenakan biaya Rp. 1000 untuk sepeda motor dan Rp. 5000 untuk mobil.

Situs wisata yang berada pada ketinggian 600 mdpl ini, terasa begitu alami dengan hawa udara yang begitu segar. Rerimbunan pohon pinus yang rindang menaungi alam disekitarnya. Air Terjun Roro Kuning tidak hanya menawarkan suguhan wisata alam, tetapi juga legenda dibalik nama Roro Kuning itu sendiri. Menurut penuturan sejarah, Roro Kuning berasal dari nama dua orang putri dari Kerajaan kadiri dan Dhoho, yang pada masa itu (sekitar abad ke 12) mereka mengalami sakit, dan dalam proses penyembuhan mereka sering mandi dibawah air terjun ini. Pada akhirnya nama mereka diabadikan oleh Resi Darmo yang mengobati penyakit mereka.

Wisata Air Terjun Roro Kuning bisa menjadi tujuan wisata anda jika berkunjung ke Nganjuk, Jawa Timur.Air Terjun Roro Kuning berada sekitar 27-30 km selatan kota Nganjuk, di ketinggian 600 m dpl dan memiliki tinggi antara 10-15 m. Air terjun ini mengalir dari tiga sumber di sekitar Gunung Wilis yang mengalir merambat di sela-sela bebatuan padas di bawah pepohonan hutan pinus. Kemudian menjadi air terjun yang membentuk trisula. Dan karena proses mengalirnya itulah maka masyarakat Desa Bajulan menamakan air terjun merambat.

Selain keindahan alam, air terjun Roro Kuning juga memiliki nilai sejarah. Di sekitar lokasi ini terdapat monumen perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan Jenderal Sudirman saat memimpin perang gerilya melawan Belanda pada tahun 1949.

Selain menumen, di tempat ini juga terdapat sebuah rumah sangat sederhana yang pada masa perjuangan dahulu sempat ditempati Panglima Besar Sudirman selama satu minggu. Karena itulah selain menikmati keindahan alam, pengunjung air terjun Roro Kuning juga bisa sekaligus mengenang perjuangan Panglima Besar Sudirman.

Menurut legenda, nama Roro Kuning ini berasal dari Ruting dan Roro Kuning, dua putri raja yang berasal dari kerajaan Kadiri dan kerajaan Dhoho yang berkuasa sekitar abad ke 11-12 M. Nama asli Ruting adalah Dewi Kilisuci, sedangkan nama asli Roro Kuning adalah Dewi Sekartaji. (*/bbs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *