Heru Suseno Dampingi Gubernur Jatim Dalam Pemberian Bantuan Alat dan Mesin Pertanian di Lamongan
Lamongan – Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M Si didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Dr. Ir. Heru Suseno, MT memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berlokasi di Lapangan Desa Kendal Kec. Pucuk Kabupaten Lamongan (16/10/2026).

Kegiatan ini berkaitan dengan Hari Jadi Jawa Timur yang jatuh tiap tanggal 12 Oktober. Dalam sambutanya Khofifah mengatakan dukungan alsintan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktifitas dan penggunaan teknologi serta inovasi pertanian.
Hal ini menurutnya akan memberikan efektivitas dan efisiensi dalam proses produksi pertanian. Terutama pada tahap tanam dan panen. Khofifah melanjutkan, dengan produktifitas petani yang meningkat akan memberikan dampak atau nilai ekonomi keluarga dan pada akhirnya memberikan dampak kepada perekonomian suatu daerah secara umum.
Salah satu alat yang diserahkan ialah combine harvester. Mesin pemanen padi yang mampu mempercepat pekerjaan petani sekaligus menekan kehilangan hasil panen. Jika panen secara manual membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk lahan seluas satu hektare, dengan combine harvester ini dapat memangkas waktu pengerjaan menjadi sekitar satu hingga dua jam.
Tidak itu saja, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan beberapa alat dan mesin pertanian mulai dari modernisasi teknologi hingga fasilitas transportasi usaha tani. Seperti alat dengan teknologi Canggih: 7 Unit Drone Pertanian & 2 Unit Colour Sorter.
Mesin Panen & Olah: 50 Unit Combine Harvester Besar, 20 Unit Corn Sheller Mobile, & 11 Unit Rice Transplanter dan lain-lain secara keseluruhan mencapai 341 unit.
Khofifah menyebut Lamongan memiliki peran strategis dalam menopang produksi pangan Jawa Timur. Maka, penguatan kapasitas petani di Lamongan turut berkontribusi terhadap upaya menjaga ketersediaan pangan di tingkat provinsi maupun nasional.
Sementra itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Heru Suseno mengatakan, pihaknya berharap pemberian bantuan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi para petani sehingga ketahanan pangan dan ketersediaan bahan pangan di Jatim tetap tercukupi sehingga kebutuhan masyarakat akan tetap terjaga.
Ia berharap pemanfaatan alat dan mesin pertanian tersebut dipergunakan sebaik-baiknya untuk mendukung kemudahan dan kelancara dalam proses produksi pertanian. Alias tidak diperjual belikan. (her)
