Akses Wisata Bromo Ditutup Total Akibat Kebakaran Hutan
ft : dok pesona
Probolinggo – Penutupan semua akses wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akibat kebakaran hutan membuat pelaku jasa wisata terpaksa membatalkan semua perjalanan wisata yang telah dijadwalkan.
Salah satu pemilik jasa penyewaan jip wisata Bromo, Muhammad Nizar Aditya, mengatakan, hingga hari ini setidaknya sudah melakukan pembatalan perjalanan enam trip dengan total 30 wisatawan domestik dan mancanegara.
Pembatalan dilakukan setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup semua akses masuk kawasan wisata.
“Kalau di saya hampir enam trip atau enam rombongan domestik dan internasional yang batal. Total ada 30 wisatawan,” kata Nizar kepada Kompas.com, Senin (10/8/2026).
Pemerintah Kerahkan Water Bombing dan Rancang Modifikasi Cuaca Atasi Kebakaran Bromo Kebakaran di Bromo Meluas 176 Hektar, Api Mengarah ke Bukit B29.
Nizar mengatakan, wisatawan tersebut sebelumnya berencana berangkat menuju kawasan Bromo pada Minggu (9/8/2026) dini hari.
Namun, perjalanan wisata harus dihentikan sementara akibat kondisi kebakaran. Tak hanya trip pada weekend lalu, pembatalan juga dilakukan untuk wisatawan yang telah memesan perjalanan pada Selasa (11/8/2026) besok.
“Untuk wisatawan yang ingin ke Gunung Bromo, kami terpaksa cancel dahulu untuk sementara waktu sampai ada surat putusan dari Balai Besar TNBTS,” ujar Nizar.
Pembatalan perjalanan dilakukan demi keselamatan wisatawan sekaligus mengikuti keputusan pengelola kawasan konservasi.
Bagi wisatawan yang sudah melunasi biaya perjalanan, pihaknya memilih mengembalikan seluruh uang yang telah dibayarkan.
“Kami lakukan refund, kami kembalikan 100 persen uang klien yang sudah melunasi,” jelasnya. Nizar mengaku memahami bahwa kebakaran di kawasan Bromo menjadi persoalan yang harus ditangani bersama.
Karena itu, para pelaku wisata tidak hanya menghentikan sementara aktivitas wisata, tetapi juga ikut membantu proses pemadaman.
“Pelaku wisata Bromo saat ini masih berduka atas apa yang terjadi di Bromo. Kami tahu ini agenda kebakaran tahunan dan kami mencoba untuk ikut serta memadamkan api yang terus berkobar sebagai relawan,” tuturnya.
Nizar berharap, fasilitas mobil pemadam kebakaran yang sebelumnya diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat digunakan secara maksimal untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo.
“Kami juga berharap dengan adanya fasilitas mobil damkar yang diberikan Pemprov beberapa tahun lalu bisa secara masif mengatasi karhutla di kawasan savana Bromo,” pungkasnya.
Penutupan semua akses wisata Bromo Diberitakan sebelumnya, Balai Besar TNBTS menutup semua pintu masuk kawasan wisata Bromo mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB.
Keputusan tersebut dilakukan untuk mendukung efektivitas pemadaman kebakaran serta memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung.
Semua akses yang ditutup meliputi pintu masuk Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
Penutupan berlaku hingga batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut. Balai Besar TNBTS juga menghimbau kepada wisatawan yang telah membeli tiket masuk secara daring untuk jadwal kunjungan selama masa penutupan, pihaknya menyediakan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian uang.
Di sisi lain, pihak pengelola juga menegaskan kepada seluruh masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata untuk tidak melakukan aktivitas wisata di kawasan TNBTS selama masa penutupan. (her/kcm)
