428 Atlet Ikuti Kejurprov IBCA MMA Jatim, Sidoarjo Jadi Pusat Seleksi Menuju PON
Sidoarjo – Denting semangat dan adrenalin seakan berpadu di setiap sudut arena saat ratusan atlet bela diri campuran memadati Raksa Fighting Camp Pasmar 2 Gedangan.
Kejuaraan Provinsi IBCA MMA Jawa Timur 2026 Sirkuit I resmi dibuka, menjadikan Sidoarjo episentrum lahirnya petarung-petarung masa depan Bumi Majapahit.
Ajang yang berlangsung pada 22–25 Januari 2026 ini diikuti 428 atlet dari 20 kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Kejurprov tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian penting dari mata rantai pembinaan dan seleksi atlet menuju PON Bela Diri II 2026 di Manado.
Serta persiapan jangka panjang menghadapi PON 2028 di kawasan NTB–NTT. Seluruh rangkaian pertandingan dipusatkan di Raksa Fighting Camp, markas latihan milik Pasmar 2 yang berlokasi di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.
Ketua Umum Pengprov IBCA MMA Jawa Timur, Arief Budi Prasetyo, S.H., M.H., menyebut besarnya jumlah peserta sebagai cerminan pesatnya perkembangan olahraga MMA amatir di daerah.
“Antusiasme ini sangat luar biasa. Melalui sirkuit pertama ini kami berharap lahir atlet-atlet terbaik yang siap diproyeksikan ke PON Bela Diri dan juga event internasional, termasuk di Malaysia,” ujarnya usai pembukaan kejuaraan.
Arief menjelaskan, para atlet yang tampil menonjol akan masuk dalam program pembinaan lanjutan sebagai bagian dari persiapan menuju PON Bela Diri II 2026.
Pengprov IBCA MMA Jatim juga telah menyiapkan Sirkuit II dan III agar atlet memiliki jam tanding yang cukup serta kualitas bertanding yang semakin matang.
“Hampir 80 persen kabupaten dan kota di Jawa Timur ikut serta. Kami juga mengapresiasi Komandan Pasmar 2 atas dukungan fasilitas, termasuk keterlibatan atlet dari kesatuan Marinir,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari KONI Jawa Timur. Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil, menilai Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 sebagai ajang strategis untuk memetakan potensi atlet daerah sejak dini.
“Kejurprov ini menjadi tahapan awal rekrutmen atlet menuju PON Bela Diri II 2026. Dalam jangka panjang, ini juga bagian dari persiapan PON 2028,” jelas Nabil.
Ia menambahkan, potensi IBCA MMA Jawa Timur sudah terbukti saat PON Aceh–Sumut 2024, ketika cabang ini tampil sebagai ekshibisi dan sukses menyumbang tiga medali emas, satu perak, serta dua perunggu.
Ketua Panitia Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 Sidoarjo, Joko Sumpena, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pasmar 2 atas dukungan sarana dan prasarana sehingga kejuaraan berjalan aman dan tertib.
“Dari Kejurprov ini kami berharap terpilih atlet-atlet yang benar-benar berkualitas untuk mewakili Jawa Timur di ajang PON. Total peserta mencapai 428 atlet dari seluruh kabupaten dan kota,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum IBCA MMA Kabupaten Sidoarjo periode 2025–2029, H. Edy Rudyanto, S.H., M.H., menegaskan target tuan rumah untuk meraih prestasi terbaik. Ia menyebut Sidoarjo siap mencetak atlet dari level lokal hingga internasional melalui latihan disiplin dan pembinaan berkelanjutan.
Di sisi lain, semangat juga terpancar dari para atlet muda. Salah satunya Moch. Rafa Ahsanus Shifa (16) asal Kabupaten Kediri yang mengaku bangga bisa tampil di Kejurprov ini dan membawa nama daerahnya.
Dengan atmosfer kompetisi yang ketat dan dukungan penuh berbagai pihak, Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 di Sidoarjo diharapkan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya atlet-atlet tangguh yang siap mengharumkan Jawa Timur di level nasional maupun internasional. (her)
