Menanti Pembangunan Destinasi Wisata Bawean

* Saat ini Cocok Untuk Wisata Petualangan

pulau gili dan noko / ft : ist
pulau gili dan noko / ft : ist

Pulau Bawean, pulau ini mendadak tenar setelah dipamerkan pada ajang Majapahit Travel Fair di bulan lalu. Pemerintah Kabupaten Gresik, melalui Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata(Disporabudpar) hendak serius mengembangkan destinasi di pulau ini. Ada banyak maket-maket atau rencana yang sudah disiapkan untuk menjadikan pulau yang hanya memiliki dua kecamatan yaitu Sangkapura dan Tambak ini menjadi tujuan wisata. Salah satunya adalah mempersiapkan pengelolaan sumber air panas yang ada di dalamnya. Sumber itu hingga saat ini, menurut Kepala Seksi Promosi dan Informasi wisata Disporabudpar Gresik, Suwono mengatakan, pulau ini masih dibiarkan apa adanya belum tergarap rapi sehingga air yang dihasilkan mengandung panas masih melebar kemana-mana. “Bahkan disana (sumber air panas itu, red) juga dipakai untuk cuci piring oleh sebagian warga,” terang Suwono.

Agus Suharsono, Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Gresik
Agus Suharsono, Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Gresik

Suwono menambahkan, di pulau ini ada banyak ditemukan potensi-potensi wisata yang bila dikembangkan dengan sesungguhnya akan menjadi destinasi tersendiri di Kabupaten Gresik. Namun menurutnya, saat ini paling sesuai adalah untuk wisata petualangan. “Karena segala sesuatunya masih alami. Sangat cocok untuk wisata petualangan,” terang mantan Kepala Desa ini. Disana, lanjut Suwono kita akan menemukan banyak sajian makanan ikan dan sangat jarang ditemukan masakan berbau daging seperti di darat. “Menu utamanya adalah ikan. Karena penduduk jarang untuk ke pasar yang ada di darat,” ungkapnya. Bawean juga menyimpan beberapa daya tarik lainnya. Seperti pulau noko, danau kastoba, pulau selayar, dan pulau Gili.

Bahkan di pulau noko pengunjung bisa mandi Juga ada penagkaran rusa yang masih merupakan milik pribadi. Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Gresik, Agus Suharsono mengatakan, pemerintah Kabupaten Gresik sudah lama berencana ingin mengelola pulau tersebut dengan membebaskan lahan. Namun masih terganjal masalah tersebut karena harga tanah lanngsung melonjak. Juga ada penngkaran rusa yang akan kita bebaskan”, ujar Agus.

Untuk menuju ke pulau yang jaraknya 120 kilo meter utara Gresik itu dapat ditempuh melalui perjalanan darat dari Pasar Turi Surabaya menuju Gresik (turun di pelabuhan) dengan tarif 5000 rupiah/orang. Setelah dari pelabuhan dapat diteruskan dengan naik kapal menuju pulau. Untuk tiket VIP sebesar 170 ribu/orang dan ekonomi hanya 35 ribu rupiah/orang. Disana juga ada home stay bila wisatawan ingin menginap. Juga ada rental mobil bila pengunjung menginginkan untuk menjelajah atau berkliling disana. Bila pengunjung menginginkan paket, tersedia paket 3 hari 2 malam dengan harga 850 ribu per orang (all in) termasuk kendaraan dan makan. (rud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *